Selasa, 19 Juni 2012

Orang-orang yang dicintai Allah SWT


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Ø Dua Tanda Orang Yang Dicintai & Dibenci Allah

 Segala Puji Hanya Untuk Allah Subhana wata'ala, Penguasa Alam Semesta.
Dan Semoga Salam Shalawat Selalu tercurah untuk Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam
beserta keluarga, sahabat dan para pengikut sunnah nya yang setia berjuang hingga yaumil qiyamah.
 Diriwayatkan bahwa Nabi Musa 'Alaihi salam pernah berkata, " Wahai Rabb Ku Yang Maha Mulia, Bagaimana Aku Bisa membedakan antara orang yang ENGKAU CINTAI dengan orang yang ENGKAU BENCI ?"
 Allah Subhana wata'ala berfirman :
 "Wahai Musa, Sesungguhnya jika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku akan menjadikan dua tanda kepadanya"
 Nabi Musa bertanya, "Wahai Rabb, apa kedua tanda itu ? "
 Allah Subhana wata'ala berfirman :
"Aku akan mengilhamkannya agar ia berdzikir kepada Ku, agar aku dapat menyebutnya di kerajaan langit dan Aku akan menahannya dari lautan murka Ku, agar ia tidak terjerumus dalam azab dan siksaKu."
 "Wahai Musa, jika Aku membenci seorang hamba, Aku jadikan juga dua tanda kepadanya"
 Nabi Musa Alaihisalam : " Wahai RabbKu, apa kedua tanda itu ? "
 Allah Subhanawata'ala berfirman :
"Aku akan melupakannya berdzikir kepada Ku, Aku akan melepaskan ikatan antara dirinya dan jiwanya,  agar ia terjerumus dalam lautan Murka Ku dan merasakan azab pedihKu"
 (Disadur dari Buku "40 Nasihat Langit" Karya Syaikh 'Abd al-Hamid  ibn Abd Al-Rahman Al-Anquri)

Ø Pribadi yang dicintai Allah
Shalat merupakan ibadah yang diwajibkan lima waktu sehari semalam atas umat Nabi Muhammad saw. Kewajiban atas shalat telah diterangkan dalam hadist Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaidillah ra, ia berkata:
Seorang penduduk Najd telah datang menghadap Rasulullah saw dengan keadaan rambutnya yang kusut. Kami mendengar gaung suaranya, namun kami tidak paham apa yang dikatakannya hingga ia pun mendekati Rasulullah saw dan bertanya tentang Islam.
Rasulullah saw bersabda, “Islam adalah shalat lima waktu sehari semalam.”
Orang Najd itu bertanya lagi, “Masih adakah shalat lain yang diwajibkan kepadaku?”
Rasulullah saw menjawab, “Tidak ada, kecuali jika engkau ingin melakukannya secara sukarela yaitu shalat sunnah. Seterusnya engkau hendaklah berpuasa pada bulan Ramadhan.”
Lalu, orang Najd bertanya lagi, “Masih adakah puasa lain yang diwajibkan kepada ku?”
Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada, kecuali jika engkau ingin melakukannya secara sukarela yaitu puasa sunnah.” Beliau melanjutkan sabdanya, “Islam adalah membayar zakat.”
Kemudian lelaki tersebut bertanya lagi, “Adakah terdapat zakat lain yang diwajibkan kepadaku?”
Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada, kecuali jika engkau ingin mengeluarkannya secara sukarela yaitu sedekah.”
Kemudian lelaki itu berpaling sambil berkata, “Demi Allah, aku tidak akan menambah dan menguranginya.”
Lalu, Rasulullah saw bersabda, “Dia amat beruntung jika menepati apa yang telah diucapkannya.”
Dari riwayat diatas disimpulkan bahwa orang-orang yang menunaikan ibadah wajib dengan sempurna tergolong hamba-hamba yang mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang menunaikan ibadah wajib dan menambah dengan ibadah sunnah tergolong hamba-hamba yang dicintai Allah.
Firman Allah dalam hadist qudsi:
“Dan, tiada bertaqarrub (mendekat) kepada-Ku seorang hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Kusukai daripada menjalankan kewajibannya. Dan, tiada henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan sunnah hingga Aku mencintainya. Kalau Aku mencintainya, maka Aku bersama dengannya untuk apa yang akan didengarkannya. Dari tangannya yang ia pergunakan untuk bekerja, maka Aku akan senantiasa menjadi kakinya dan selalu berjalan mengiringinya. Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya ia akan Kuberi. Dan jika ia meminta perlindungan-Ku, niscaya pula Aku akan selalu melindunginya.”
Wallahu a’lam bish-shawabi
Sumber: http://usetyo.wordpress.com/2012/05/30/pribadi-yang-dicintai-allah/

Ø Ciri ORANG YANG DIDOAKAN DAN DICINTAI ALLAH


1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci(telah berwudhu).
2. Orang yang duduk menunggu waktu sholat datang.
3. Orang yang berada di barisan shaf paling depan ketika sholat berjamma'ah.
4. Orang yang menyambung shaf pada saat sholat berjama'ah (menutup shaf yang lowong).
5. Ketika Imam selesai membaca Al-Fatihah, para malaikat mengucapkan "Amiin".
6. Orang yang dudukdi tempat sholatnya setelah selesai sholat.
7. Orang yang sholat berjamaa'ah di kala Shubuh dan Ashar.
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
9. Orang yang berinfak.
10. Orang yang makan sahur.
11. orang yang menjenguk orang sakit.
12. Orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain walaupun itu sulit.

Demikaian ciri orang yang dicintai para malaikat, semoga Allah menjadikan anda bagian dari ummat yang dicintai Allah dan para malaikat.

Ø Golongan Orang Yang Disukai Allah

Golongan orang-orang yang disukai oleh Allah (menurut Al-Qur’aan) adalah: Al-Muhsiniin (Orang yang berbuat baik), Al-Muqsithiin (Orang yang Adil), Al-Mutawakkiliin (Orang yang bertawakkal kepada-Nya),
Al-Muthahhariin (Orang yang mensucikan diri, Orang yang bersih), Al-Muttaqiin (Orang yang bertakwa), Ash-Shaabiriin (Orang yang Sabar), At-Tawwaabiin (Orang yang bertaubat), dan Orang yang berperang dijalan-Nya.
1. Al-Muhsiniin (Orang yang berbuat baik, Orang yang berbuat kebaikan, Orang yang berbuat Kebajikan)
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Baqarah 2:195)
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali ‘Imraan 3:134)
Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Ali ‘Imraan 3:148)
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Maa-idah 5:13)
Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Al-Maa-idah 5:93)
2. Al-Muqsithiin (Orang yang Adil)
Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil. (QS. Al-Maa-idah 5:42)
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah 60:8)
3. Al-Mutawakkiliin (Orang yang bertawakkal kepada-Nya)
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali ‘Imraan 3:159)
4. Al-Muthahhariin (Orang yang mensucikan diri, Orang yang bersih)
Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah 2:222)
Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh-nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih. (QS. At-Taubah 9:108)
5. Al-Muttaqiin (Orang yang bertakwa)
(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali ‘Imraan 3:76)
kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. (QS. At-Taubah 9:4)
Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharaam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah 9:7)
6. Ash-Shaabiriin (Orang yang Sabar)
Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS. Ali ‘Imraan 3:146)
7. At-Tawwaabiin (Orang yang bertaubat)
Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah 2:222)
8. Orang yang berperang dijalan-Nya.
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaff 61:4)

Dan berikut ini adalah sifat-sifat lain yang sekali saja muncul di dalam Al Qur’an sebagai orang-orang yang dicintai Allah:
  • Tawwabin (orang-orang yang bertaubat) [2:222]
  • Shabirin (orang-orang yang sabar) [3:146]
  • Mutawakkilin (orang-orang yang bertawakal) [3:159]
  • Mujahidin (orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan rapi) [61:4]
"  Mari Saudaraku kita basahkan lidah kita dengan Dzikrullah, kita sibukkan hati kita dengan mengingat Allah baik keadaan suka duka, sibuk luang, senang sedih, sehat sakit dan semua keadaan. Mencari ilmu Allah juga termasuk berdzikir. Mengikuti shalat berjama'ah juga berdzikir. Menunaikan Zakat, Infaq, Shodaqoh Juga Berdzikir. Agar kita termasuk orang yang diicintai Allah"
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar