Thursday, 5 April 2012

Godaan Setan Ketika Bayi Lahir



Kisah islamiah sore dengan kisah jin yang bernama setan.
Ketika bayi baru saja dilahirkan, maka orang tuanya disyariatkan untuk mengazani telinga kanan si bayi dan memberi bacaan iqomah di telinga kirinya.

Hal tersebut dilakukan untuk menjauhkan si bayi dari godaan setan. Setan ini akan mengganggu manusia sejak pertama lahir.

Berikut Kisahnya
Ada sebuah hadits, dari Abu Hurairah ra yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak ada seorang bayi pun dari anak Adam yang terlahir kecuali ia pasti mendapat tusukan dari setan sehingga bayi itu menangis dan menjerit karenanya, kecuali Maryam dan putranya (Nabi Isa as)."
(HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,
"Jeritan bayi ketika lahir adalah karena mendapat tusukan setan."
(HR. Muslim).

Dari hadits di atas dijelaskan bahwa semua manusia, entah itu orang tuanya muslim atau tidak, ketika bayi lahir maka akan didatangi setan dan diganggu pada saat dilahirkan. Datangnya setan pada saat itu adalah untuk menancapkan tusukan ujung jarinya pada kedua mata anak Adam.

Setan Mencari Pengikut.
Tujuan setan menusukkan jarinya tersebut adalah setan berharap kelak di kemudian hari, anak Adam tersebut menjadi pengikut setianya. Matanya tidak bisa "MELIHAT" dengan benar antara yang baik dan yang jahat.

Kebaikan akan tampak menjadi bayang-bayang yang samar sehingga ia akan enggan menuju ke arah kebaikan tersebut. Kejahatan akan tampak seperti kilauan cahaya yang snagat meggiurkan sehingga ia akan berlari untuk menyongsongnya.

Oleh karena itu, Rasululah SAW memberi tuntunan kepada umatnya agar terhindar dari gangguan setan pada saat bayi dilahirkan.

Pertama.
Dengan diazani pada telinga kanannya dan diiqamatkan pada telinga kirinya.
Ibnu Abbas ra menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Ajarkanlah kalimat 'Laa ilaaha Illallahu' kepada anak-anakmu sebagai kalimat pertama yang mereka dengar."
(HR. Al-hakim).

Rasulullah SAW juga bersabda,
"Barang siapa yang mendapati seorang bayi yang dilahirkan, kemudian diazankan di telinga kanannya dan diiqamatkan di telinga kirinya, maka ia tidak akan diganggu oleh Ummu Shibyan (setan yang selalu mengganggu anak kecil)."
(HR. Ibn Sunny dari Hasan ibn Aki ra).

Menurut Rasululah SAW, setan akan ketakutan dan berlari sejauh-jauhnya apabila mendengar suara azan.

Kedua.
Hal kedua yang bisa dilakukan pada bayi yang baru lahir adalah dengan dibacakan surat Al Ikhlas pada kedua telinganya.
Imam Muhyiddin ABi Zakaria Yahya dalam kitabnya Al Adzkar Al Nawawiyyah menjelaskan bahwa Rasullah SAW membacakan surat Al khlas pada telinga anak yang baru dilahirkan.

Ketiga.
Dengan mendoakan bayi yang baru dilahirkan.
Untuk meghindari bisikan setan pada bayi adalah dengan membacakan Surat Ali Imran ayat 36 dengan maksud untuk memohonkan perlindungan Allah SWT untuk anak yang baru dilahirkan agar terhindar dari godaan setan yang terkutuk.

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya:
Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai Dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk."


Doa keselamatan dan perlindungan untuk anak.
"Ya Allah, kumohon perlindungan kepada-Mu untuk anak ini dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan dan kesusahan, dan dari pandangan mata yang menyakitkan."
(HR. Bukhari).


Benteng DAJJAL


Benteng DAJJAL

Benteng Dajjal semakin luas dan semakin canggih. Setiap kali otak dan sains manusia meloncat untuk jangkawaktu 20 tahun, Dajjal mampu melonjak lebih jauh, Dajjal melakukan lonjakan untuk jangkawaktu 100 tahun. Jika sejumlah ilmuan menemui satu peralatan baru, maka Dajjal atau para pengikutnya dapat membuat peralatan yang serupa yang dapat melumpuhkan penemuan baru itu dan dalam masa yang sama dia dapat mereka peralatan lain. Mereka membuatnya dengan cara-cara ilmiah dan penemuan berbagai tenaga yang belum terfikir oleh para ilmuan. Sehinggakan ada yang menganggap itu adalah mukjizat.

Dajjal telah sampai kepada penemuan yang telah kita temui. Tidakkah kita bayangkan betapa Dajjal dapat mengendalikan kecepatan angin dengan sistem radiasi? Tidakkah kita membayangkan bahawa Dajjal dapat mengendalikan getaran dan dia mencipta sistem dan gerakan besar dan kuat tanpa mengeluarkan sebarang bunyi, tanpa bising? Dajjal dapat mewarnai udara dengan warna yang dia inginkan, bahkan dia dapat membuat sistem-sistem lain untuk membuat dindingnya bergetar di udara seperti dari panel-panel kaca. Dajjal dapat mencipta sistem kincir angin yang memiliki sistem penyedup dan penghisap sehingga mampu menarik kapal-kapal terbang dan kapal-kapal laut besar.


Dajjal berjaya kerana dia rajin
mencari ilmu....
Tuhan tidak mengira siapa,
asalkan berusaha dia pasti dapat..



Kita masih merangkak dalam ilmu dan penciptaan. Dajjal telah mendahului kita dua abad dalam hal-hal seperti ini. Sudahkah kita umat Islam semua mengetahui tentang pengembangan tenaga fusi atom? iaitu imitasi reaksi yang dihasilkan di dalam mataharim di atas planet bumi kita? Ataupun tenaga yang dihasilkan dari dua inti atom dalam satu unsur atau dua unsur untuk menjadi satu unsur baru dengan karekteristik dan energi baru.

Tidak, Orang Islam belum mengetahuinya, orang Islam sebok dengan pergaduhan, caci mencaci, hina menghina, kafir mengkafir, asyik sebok dengan hukum itu bagaimana dan hukum ini bagaimana, sedangkan perkara itu tidak langsung berlaku. atau jarang sangat berlaku. Bukankah Dajjal sengaja dan berjaya melekakan orang Islam? Sedangkan Dajjal sudah tahu ilmu-ilmu itu semua dan telah menggunakannya sejak dua abad yang lalu.

Dajjal telah berjaya menggunakan empat jenis energi secara optimal. Tenaga matahari, tenaga udara, tenaga panas di laut dan lautan dan tenaga air. Sudah tentu Dajjal dapat menghasilkan tenaga untuk keperluan kerajaan di bawah airnya yang luas mencapai 350 kilometer persegi itu. Luas Segitiga Bermuda 770,000 kilometer persegi. Hujung Utara berada di Ber-
muda, Hujung Tenggara berada di Puerto Rico dan Hujung Barat berada di Miami Florida.

Pemandangan benteng Dajjal ini sangat indah. Di dalamnya terdapat bahagian-bahagian piramid yang saling bersambung dan mampu berpindah setiap saat seolah-olah kapal selam besar. Sebahagian dari bentengnya nampatterlihatdi permukaan air. Tetapi di sekitarnya terdapat medan-medan magnet dan energi-energi yang dapat menangkap apa saja, betapa pun besarnya. Dajjal tidak suka dan tidak mahu kapal atau kapal selam atau pun kapal terbang masuk ke wilayahnya dan terpandang bentengnya itu. Sebab itulah garis-garis pertahanannya sangat besar.




Dajjal sengaja membuatkan orang
Islam bertelagah sesama sendiri,
kadang-kadang kita leka bertengkar
dengan perkara yang remeh temeh
sedangkan musuh Islam sudah
jauh ke depan




Dajjal membuat prinsip '
BARANGSIAPA MASUK, MAKA DIA TIDAK AKAN KELUAR' Benteng-benteng Dajjal tidak meliputi seluruh Segitiga Bermuda, terutama bahagian atas. bahagian yang dibangunkan di dalam air nampaknya terbentang meliputi keseluruhan hingga pantai Miami, Florida.Yang paling mengkagumkan, Dajjal mempunyai benteng berbentuk piramid yang sangat khusus dan sangat rahsia. Tidak ada sesiapa yang mengetahuinya. Di dalam benteng ini terdapat bilik pengawasan khusus yang dapat dijadikan untuk menghancurkan bahagian benteng-benteng lain semasa ada serangan dari kekuatan-kekuatan yang tidak diketahui. Seluruh benteng dan kotanya merupakan tempat-tempat yang sangat kaya, sehingga orang hidup di sana tidak akan mahu meninggalkan tempat itu.

Rahsia Segitiga Bermuda tersembunyi dengan kemas berdasarkan cara ilmiah termoden dengan bantuan syaitan dan jin.

Seorang penulis Amerika, Vincent Judith mengatakan, istilah Segitiga Bermuda ini sesungguhnya di sana terdapat satu daerah berbentuk segitiga yang terletak di antara pantai timur Florida dan kepulauan bermuda. Dia menegaskan bahawa daerah itu sangat berbahaya bagi pelayaran dan penerbangan. Daerah itu bertanggung jawab atas hilangnya tidak kurang dari 100 kapal laut dan kapal terbang secara misteri dan menelan korban nyawa sebanyak lebih dari 1,000 orang. Kebanyakan tragedi misteri itu terjadi sejak tahun 1945. Semuanya hilang sehingga tidak ada bekas atau kesan walaupun bangkai mayat. Seolah-olah laut itu membelah dan kemudian menelan mereka.

Kawasan Segitiga Bermuda itu pernah di ambil gambar dari satelit. Semua gambar yang dikirimkan tidak jelas, kecuali gambar yang menampakkan bongkahan daratan yang tidak jelas. Setelah dilakukan fokus semula, dengan mengambil gambar secara lebih tepat lagi, hasilnya seluruh gambarnya negatif. Ini menunjukkan Dajjal memiliki sistem yang luar biasa yang dapat melumpuhkan kemampuan satelit bahkan dapat menghapuskan pita kaset. Ketua kajian, Profesor Wayne Mitchgeon akhirnya menjelaskan: "Kami berhadapan dengan satu kekuatan yang besar, kami sama sekali tidak mengetahui sedikit pun."

Dajjal dan orang bukan Islam
menggali berbagai pengetahuan
dari Piramid, tetapi orang Islam
hanya kagum dengan binaan
ajaib itu dan menggunakannya
sebagai tarikan pelancung.



Kawasan ini telah dipilih oleh Iblis. Iblis telah memilihkan untuknya tempat di Lautan Atlantik yang merupakan singgahsana Iblis di daerah Isthmus, tempat pertemuan arus panas dan sejuk. Tempat seperti ini boleh membantu menghasilkan energi-energi besar yang dika digunakan akan mengakibatkan bahaya besar. Dia pergi bersama para pengikutnya. Mereka melakukan apa saja yang mereka inginkan dan mendirikan apa yang mereka kehendaki berupa bangunan
besar dan kukuh di Segitiga Bermuda. Idea pembangunannya diilham oleh piramid terbesar dan bintang enam Israel yang sesungguhnya hanyalah dua piramid yang saling berhubung. Dajjal berpandukan peraturan-peraturan, di antaranya: menggabungkan hal-hal yang bertentangan untuk memperoleh keadaan seimbang dan dipusatkan pada sekitar perkara yang diinginkan.

Dajjal mempelajari beberapa pelajaran penting tentang piramid. Piramid merupakan simpanan rahsia dan gudang ilmu pengetahuan. Dajjal sudah tahu hal ini terlebih dahulu bahawa bangunan-bangunan yang didirikan mirip piramid itu dibangunkan dengan cara yang sama di atas pusat magnetik yang mengalir dari kutub utara dan kutub selatan. Dengan demikian ia menghasilkan medan-medan energi yang boleh mengawetkan daging, menjaga kesegaran makanan, menajamkan pisau, menjernihkan air, menumbuhkan tanaman dan mempercepatkan bunga. Dajjal telah tahu hal ini sejak ratusan tahun dahulu lagi. Dajjal tahu binatang apa pun yang mati di kamar raja di dalam piramid terbesar itu tidak akan busuk, hanya menjadi kering seperti diawetkan. (Sedikit masa lalu, seorang pengkaji dari Peranchis, Carry Bovis, telah membina sebuah piramid kecil setinggi 2.5 kaki dari permukaan tanah. Di dalamnya tepat di bawah puncaknya, diletakkan bangkai kucing, Bangkai itu diletakkan pada sepertiga bahagian atas piramid, iaitu ketinggian kamar raja dalam Piramid. Bangkai kucing itu benar-benar mengering dan tidak busuk, bahkan menjadi mummi)

Dajjal memang mengetahui tentang medan-medan energi, potensi elektromagnetik, sinar gamma, sinar kosmik, cairan-cairan kimia dan struktur logam. Sebab itu Dajjal boleh bertindak dengan hebat dan dia memiliki kemampuan dalam berbagai bidang dan berjaya mencipta berbagai peralatan. Mengapa kita orang Islam ambik mudab dengan perkara-perkara dan ilmu-ilmu sedemikian.

Dajjal sendiri pernah berkata kepada Nabi Musa:

Aku mengetahui apa yang belum mereka ketahui
(Q.S Thaha, 20:96)
Benteng Piramid Dajjal ini boleh dikuburkan dan kemudian dihancurkan sebelum muncul ke permukaan. Benteng itu tidak akan muncul selama-lamanya.

Piramid yang berada di dalam air atau di atas permukaan air merupakan paduan potensi energi yang menakutkan dan juga satu kesenangan hidup dan rahsia. Professor Michel Guaquelin dalam bukunya ada mengatakan: "Air itu tidak hanya mengalir dalam bumi kita saja, melainkan juga mengalir dalam kehidupan kita." Seterusnya Profesor itu mengatakan: Makhluk-makhluk hidup di alam ini nampak seperti benda-benda yang melekat pada tabung-tabung kimia. Di dalamnya potensi-potensi alam bekerja melalui air yang terdapat di dalam tubuh."

Seorang llmuan Amerika Ed Petit, mengatakan bahawa dia pernah menggunakan air yang tersimpan di dalam piramid selam dua minggu untuk mencuci wajahnya. Dia tidak menggunakan alat-alat kecantikan lain. Setelah lima minggu, teman wanitanya mula berkata, "Apa yang engkau pakai untuk merawat wajah engkau? Aku tengok kulit wajah engkau itu sungguh halus sekali!"

Seorang wanita yang hanya menggunakan nama C.M dari Miami Florida teah menulis surat kepada Ed Petit. Isi suratnya seperti berikut:

Saudara telah menyatakan dalam buku saudara yang bertajuk KEKUATAN MISTERI DALAM PIRAMID dan kebaikan menggunakan air yang tersimpan dalam piramid untuk mencuci wajah. Saya telah lama meragukan kebanyakan bahan kosmetik yang membahayakan kulit Tetapi empat minggu lalu, saya tidak pernah lagi menggunakan apa pun untuk mencuci muka saya selain air dari piramid. Rupa-rupanya ia adalah satu idea yang baik sekali. Nampanya ia memberi kesempatan bagi kulit saya untuk bernafas lagi. Kulit saya nampak halus, suatu perkara yang tidak pernah terjadi selama berpuluh tahun sebelum ini."

Ada seorang lagi mengirim surat dengan menggunakan ringkasan nama T.M..Dia seorang penduduk Denver di daerah Colorado, Amerika. Antara kandungan tulisannya ialah"Air piramid itu lebih manis rasanya daripada air biasa. Air itu turun ke dalam perut dengan mudah, benar-benar seperti aliran energi langsung dari solar plexus."

Solar plexus ialah salah satu dari 7 pusat bioelektrik atau pusat-pusat energi pada manusia. Solar plexus inilah yang menerima tenaga matahari. Di dalam yoga, pusat ini disambungkan dengan api. Sebahagian orang mendefinisikan piramid itu sebagai "api ditengah-tengah". Di dalam piramid terdapat kamar raja, yang terletak ditengah- tengah bangunan piramid itu.

Selain itu, solar plexus juga terdapat di pusat tubuh manusia. Apr dan air mempunyai sifat-sifat yang saling berlawanan. Oleh kerana itu, api yang ada di pusat piramid kadang-kadang tertarikg ke air dan menyebabkan perubahan. Ungkapan ini sangat penting. Sebahagian darinya dapat kita perhatikan dari apa yang Dajjal lakukan dalam menghasilkan tenaga elektromagnetik besar yang digunakan di daerah isthmus (pertemuan dua aliran , yang satu panas dan satunya sejuk) Bangunan berupa benteng berbentuk piramid besaar. Bahagian dalam benteng ini terbahagi beberapa bahagian. Semuanya merupakan vila untuk tempat tinggal, jalanraya, lapangan terbang dan makmal. Semuanya tertutup rapat. Tidak ada sedikit pun cahaya matahari yang masuk. Tidak ada keluarga, kehidupannya adalah kehidupan bebas. Kaum wanitanya hidup bersama. Anak-anak lelaki dan perempuan adalah anaktuhan. Tidak ada kebapaan dan keibuan. Pendidikannya berupa perburuan binatang buas. la adalah orang pertama yang menyebarkan di kalangan or-ang-orang Amerika bahawa perempuan yang masih perawan menyebabkan penyakit barah. Oleh kerana itu mereka harus segera dibebaskan dari keperawanannya. Dajjal bersama pengikutnya, khususnya lelaki dan perempuan, melakukan hubungan seksual dengan cara yang paling jijik, melebihi binatang. Mereka juga dididik untuk membenci Islam dan kaum Islam.



Dajjal membuat fitnah supaya
anak-anak gadis yang masih ada
daranya itu mesti dihabiskan daranya cepat-
cepat sebab kononnya ia akan
mengakibatkan barah. Dalam
sistem hidup Dajjal seks adalah
bebas dan kegiatan seks Dajjal amat
jijik sekali


BAHAYANYA DAJJAL

BAHAYANYA DAJJAL

Nabi Muhammad saw telah member! peringatan kepada semua manusia tentang niat jahat makhluk yang terkenal dengan panggilan al-Masih ad Dajjal. Namanya itu melambangkan dia boleh mengubah rupa dan berwajah hodoh. Nabi Muhammad saw membuat seruan ini bukan saja kepada umat Islam, atau orang-orang Mukim atau pengikut-pengikutnya sahaja malah memanggil semua manusia, malah jin juga.

Rasulllah saw bersabda 'Wahai sekelian manusia, sesunguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ini, sejak Allah menciptakan Nabi Adam a.s. dan keturunannya - yang lebih dahsyat daripada Dajjal. Dan Allah swt tidak mengutus seorang rasul atau nabi pun kecuali untuk memperingatkan umatnya dari kemunculan Dajjal. Aku adalah nabi terakhir dan kamu sekelian adalah umat terakhir pula. Dajjal pasti keluar dari tengah-tengah kamu, Jika dia keluar, sedang aku ada di antara kamu, maka aku akan mengalahkannya dengan hujjah dan kemampuanku. Jika dia keluar setelah aku tiada, maka setiap orang menjadi penolong bagi dirinya sendiri untuk mengalahkan musuhnya. Allah adalah penggantiku bagi setiap Muslim,....."

Dari sebuah hadis panjang yang diriwayatkan oleh seorang sahabat agung, Abu Umamah r.a. dari Nabi Muhammad saw. Hadis ini dikeluarkan oleh Ibn Majah dalam bukunya bertajuk Musnad. Dia menilai hadis ini sebagai hadis sahih. Ibn Khuzaiman dan at Hakim pun ada mengeluarkan hadis yang sama ini.

Sebagai orang Islam, marilah kita sama-sama fikirkan dan mengajak setiap orang Islam yang mepunyai kepintaran untuk memikirkan masalah ini.Dajjal bukan saja membuat fitnah tetapi juga akan menjajah akal dan otak manusia melalui caranya tersendiri.

Dunia harus banyak memerhatikan berbagai kumpulan rahsia yang diadakan oleh orang-orang Yahudi. Apabila sudah diketahui akan perkumpulan itu, maka hendaklah berusaha menumpaskan
perkumpulan itu.

Perhatikan baik-baik, bahawa terjadinya berbagai kejahatan di dunia ini ditentu dan diputuskan oleh para pemimpin dan tokoh-tokoh dunia yang misteri, yang memimpin berbagai agen rahsia. Semua perkumpulan rahsia ini bernaung di bawah satu kumpulan besar yang dikuasai dan dikendalikan oleh seorang Bomoh Besar. Tetapi siapakah orang itu? Tidak sesiapa pun tahu siapa sebenarnya orang yang dimaksudkan itu.Di riwayatkan dari al Marits dari ImamAli.
"Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda/akan terjadi banyak fitnah bagaikan penggalan malam gelap gelita. Aku bertanya.'Apa jalan keluarnya wahai Rasulullah?' Baginda menjawab/Peganglah kitabullah (AIQuran) Di dalamnya termuat berita mengenai orang-orang sebelum kamu dan kabar mengenai orang-orang sesudahmu. Al Quran menjadi pemutus hukum di antara kamu sekelian, yang memisahkan kebenaran dari kebatilan dan bukan bahan senda gurauan.

Barang Siapa tidak mengikutinya kerana kesombongan, ia past! akan dibinasakan Allah. Barangsiapa mencari petunjuk di luar Al Quran, maka ia pasti akan disesatkan Allah. Al Quran adalah tali Allah yang kukuh, cahaya Allah yang terang dan zikir yang penuh hikmah. la adalah jalan yang lurus. Dengan berpegang kepadanya, hawa nafsu tidak akan menyimpang dan lidah pun akan tegak dalam kebenaran. Pendapat para ahli ilmu tidak akan pernah bercabang-cabang bersamanya, para ulama tidak akan pernah kenyang dari ilmunya. Orang-orang bertakwa tidak akan pernah merasa bosan membaca dan merenunginya. Al Quran tidak akan usang kerana dibaca berulang-ulang dan tidak akan pernah habis keajaibannya. Jika jin mendengarkan bacaannya, maka mereka tidak henti-hentinya mengatakan,Sesungguhnya kami mendengar Al Quran yang menakjubkan.

Barangsiapa mendapatkan ilmu darinya, ia pasti unggul. Barang siapa berkata dengan menggunakan konsepnya, ia pasti berada dalam kebenaran. Barangsiapa mengamalkan kandungannya ia pasti diberi pahala dan barang siapa mengajak orang lain kepadanya, dia pasti akan ditunjukkan ke jalan yang lurus." (Hadis Riwayat Imam at-Turmudzi) Mungkinkah Dajjal akan muncul ke dunia dengan menaiki pesawat terbang yang kelajuannya tidak dapati ditandingi oleh pesawat buatan manusia? Siapakah yang akan berjaya membunuh Dajjal? Apakah yang akan dilakukan oleh Dajjal....

dipetik dari majalah DAJJAL MUNCUL.

Tuesday, 3 April 2012

Manusia, Ruh dan Al-Quran Oleh: Abdullah Nasri

Ruh Menurut Al-Quran

Sebuah pertanyaan yang sampai saat ini jawabannya belum mampu memuaskan manusia adalah, apakah hakikat wujud manusia? Apakah wujud manusia hanya sebongkah badan  materiel, atau juga membawa hakikat selain materi? Dengan kata lain, apakah al-Quran mengakui bahwa manusia adalah hakikat selain materi yang disebut dengan ruh atau menolaknya? Bila mengakui demikian, lalu bagaimana kitab suci ini menjelaskan hubungan ruh dengan badan? Apakah ruh ada setelah kejadian badan atau sebelumnya? Apakah al-Quran mengakui bahwa setelah kehancuran badan, ruh tetap ada atau tidak?
  Sebenarnya al-Quran telah menyebutkan adanya dimensi selain materi pada manusia yang disebut dengan ruh. Sebagaimana yang diisyaratkan oleh ayat berikut ini: Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ruh-Nya ke dalamnya dan Dia menjadikan untuk kalian pendengaran, penglihatan dan hati tetapi sedikit sekali kalian  bersyukur.[1] Kalimat “meniupkan ruh-Nya ke dalamnya” dalam ayat di atas menunjukkan adanya dimensi yang bernama ruh pada manusia. Setelah menjelaskan tentang ruh, ayat tersebut mengatakan bahwa Allah menciptakan untuk kalian telinga, mata dan hati, menurut pandangan sebagian para penafsir, meskipun membicarakan tentang anggota badan akan tetapi maksudnya adalah penggunaan dari anggota tersebut yaitu mendengar dan melihat. 
 Mungkin bisa juga diambil kesimpulan secara detil dari ayat di atas bahwa setelah menyebutkan tentang peniupan ruh kemudian menyebutkan tentang telinga, mata dan hati sebabnya adalah karena sumber asli perbuatan anggota tersebut adalah ruh. Yakni bila ruh tidak ada maka anggota tersebut tidak ada gunanya karena anggota tersebut hanya berperan sebagai perantara bagi ruh, tanpa ruh dengan sendirinya anggota tersebut tidak bisa berbuat apa-apa. 
 Dalam filsafat Islam telah terbukti bahwa badan berperan sebagai perantara bagi aktivitas ruh. Aktivitas yang dilakukan oleh anggota badan pada hakikatnya sumbernya adalah ruh. Yakni melihat, mendengar, mencium dan berbicara semuanya terkait dengan ruh. Mata, telinga, hidung dan lidah hanya sekedar perantara untuk mengetahui masalah-masalah ini. Misalnya sebuah kacamata. Orang yang penglihatannya lemah, ia menggunakan kacamata, lantas apakah kacamata itu sendiri yang melihat atau kacamata hanya sekedar perantara bagi mata? Jelas kacamata dengan sendirinya tidak bisa melihat akan tetapi ia harus diletakkan di depan mata sehingga mata yang kerjanya adalah melihat dengan menggunakan kacamata ia bisa melihat sesuatu. Pada hakikatnya mata dalam contoh tersebut sama seperti ruh, dan telinga, mata dan lidah seperti kacamata sebagai perantara. Ruh dengan perantara anggota badan bisa melakukan aktivitasnya.
 Ayat lain yang mengisyaratkan adanya ruh pada manusia adalah ayat berikut ini:
Dan apabila Aku telah menyempurnakan  kejadiannya dan meniupkan ruh-Ku ke dalamnya maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud.[2] Dua poin penting yang ada dalam dua ayat di atas adalah Allah mengatakan,  “Aku meniupkan ruh-Ku”, apa maksud dari kalimat tersebut? Apakah maksudnya adalah Allah meniupkan sebagian ruh-Nya kepada manusia. Yakni sebagian ruh-Nya masuk ke dalam tubuh manusia atau ada maksud yang lain lagi?
 Jelas Allah bukan ruh sehingga harus memasukkan sebagian ruh-Nya ke dalam tubuh manusia, akan tetapi yang dimaksud oleh al-Quran dengan penjelasan ini adalah kemuliaan dan ketinggian ruh itu sendiri. Yakni ruh begitu bernilai sehingga Allah menghubungkannya dengan diri-Nya dan mengatakan, “Aku meniupkan kepadanya ruh-Ku”. Bisa kita jelaskan dengan contoh lain seperti masjid adalah rumah Allah. Kita tahu bahwa masjid bukan rumah Allah, karena Dia bukan materi sehingga harus membutuhkan tempat tinggal, akan tetapi maksudnya adalah nilai dan pentingnya masjid sehingga disebut dengan rumah Allah. Contoh lain seperti majelis rakyat juga disebut sebagai rumah rakyat.
 Ada ayat lain yang mengisyaratkan tentang wujudnya ruh:Demi nafs (ruh, jiwa) dan penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan jalan kefasikan dan jalan ketakwaannya.[3] Ayat di atas menceritakan tentang realitas ruh yang memiliki pemahaman. Ayat di atas mengatakan bahwa Allah telah mengilhamkan pemahaman baik dan buruk. Mengingat bahwa pada manusia  tidak terdapat anggota badan pun yang bisa memahami sesuatu,  maka yang layak memiliki pemahaman adalah kekuatan selain materi yang disebut oleh al-Quran dengan ruh atau nafs.
 Di sini kita mengajukan dua argumentasi untuk membuktikan keberadaan ruh yang nonmateri:
 1. Salah satu pembuktian ruh ialah cara manusia memperoleh konsep-konsep universal (intiza’-e mafahim-e kulli). Maksud dari universal di sini ialah bahwa konsep-konsep itu bisa bisa diaplikasikan pada banyak objek.  Misalnya, manusia sebagai konsep universal. konsep manusia ini bisa diaplikasikan pada semua objek individualnya seperti Ali, Husein, Husein dan selain mereka. Kita juga tahu bahwa konsep-konsep universal ini tidak ada secara konkret di luar, karena segala yang ada di luar memiliki keadaan, kualitas dan kuantitas tertentu. Pertanyaannya, di manakah tempat konsep-konsep universal ini? Jelasnya, tempat mereka nonmateri, karena materi melazimkan bentuk tertentu, keadaan tertentu, batas ruang dan waktu tertentu, sementara konsep-konsep universal tidak memiliki satupun dari ciri-ciri ini. Dengan demikian, maka mesti ada suatu sisi selain materi dalam wujud manusia, sehingga konsep-konsep universal -yang tidak memiliki ciri-ciri materiel sedikit pun- itu bisa berada di dalamnya.
 2. Salah satu dari ciri-ciri materi ialah adanya hubungan khas antara tempat dan penempat (yang menempati). Yakni, penempat tidak pernah lebih besar dari tempatnya; sesuatu yang lebih besar tidak bisa menempati ruang yang kecil. Manusia banyak menyaksikan benda-benda besar dan ia bisa menempatkan gambaran (konsep) benda-benda besar tersebut dalam pikirannya sesuai dengan ukurannya. Misalnya, ia bisa membayangkan gedung bertingkat dua puluh dalam pikirannya atau menggambarkan ratusan meter persegi gunung dalam pikirannya. Pertanyaannya, kalau benar bahwa penggambaran gedung bertingkat dua puluh ini bisa dilakukan oleh otak sebagai benda yang memiliki ukuran kecil, lantas bagaimana benda yang besar itu bisa menempati tempat yang kecil ini? Jelas, berdasarkan kaidah di atas (yakni hubungan khas antara tempat dan penempatnya) pasti ada satu hakikat nonmateri dalam diri manusia, sehingga ia bisa menempatkan sesuatu yang besar itu dalam dirinya sesuai dengan ukuran sebenarnya. Dan hakikat tempat tersebut ialah ruh (nafs). Karena ruh bukan materi, ia bisa ditempati oleh sesuatu yang besar.

Hubungan Ruh dengan Badan

Dalam pembahasan ruh (nafs) ada pertanyaan, “apa hubungan badan dengan ruh? Apa pendapat al-Quran dalam masalah ini? Apakah al-Quran mengakui bahwa ruh dan badan adalah dua hakikat yang berpisah di mana antara keduanya terdapat dualisme, atau al-Quran mengakui pendapat yang lainnya lagi?”
 Dalam sejarah filsafat,  Descartes dan pendukungnya memaparkan teorinya bahwa ruh dan badan adalah  dua substansi yang berbeda. Yakni jasmani adalah sesuatu dan ruh adalah sesuatu yang lain lagi. Dan manusia adalah hakikat yang tersusun dari dua paduan yang berbeda. Decart mengatakan bahwa sifat aslinya badan adalah perpanjangan, perluasan. Dan sifat aslinya ruh adalah berpikir. Tentunya, Descartes mengakui bahwa antara badan dan ruh, terdapat suatu hubungan, dan yang menghubungkan keduanya adalah kelenjar (pineal gland) yang ada dalam otak.   
 Teori lain mengatakan bahwa hakikat wujud manusia adalah ruh itu sendiri. Wujud manusia bukan komposisi dari badan dan ruh. Yakni, wujud manusia adalah ruhnya itu sendiri, bukan ruh sebagai satu bagian dari wujud manusia. Oleh karenanya, berdasarkan teori ini, antara ruh dan badan ada sejenis hubungan yang disebut dengan hubungan taktis (ertebat-e tadbiri), yang di dalamnya badan sebagai alat dan ruh sebagai pengelola.  
 Ayat di bawah ini menunjukkan bahwa al-Quran mengakui bahwa wujud manusia sebagai ruh itu sendiri.  Katakanlah, Malaikat maut yang diserahi mencabut nyawamu akan mematikan kalian (yatawaffakum: mengambil kalian secara keseluruhan)  kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.[4] Kata “tawaffa” artinya adalah mengambil, dan mengambil secara penuh. Ayat di atas mengatakan bahwa malaikat pencabut nyawa akan mengambil dasar wujud manusia. Kalau memang ruh adalah satu bagian dari wujud manusia, al-Quran tidak mengatakan: “yatawaffakum”, tetapi ia akan mengatakan: “yatawaffa ba’dhakum”. Mengambil sebagian dari kalian berbeda dengan mengambil kalian secara keseluruhan.
 Maka dari itu, mengingat bahwa malaikat maut akan mengambil ruh manusia; bukan mengambil badannya. Dan ayat tersebut juga mengatakan bahwa malaikat akan mengambil kalian secara keseluruhan. maka itu jelas bahwa hakikat wujud manusia adalah ruh, bukan badan. Dengan melihat ayat berikut ini, akan kita dapatkan bahwa wujud manusia adalah ruh, bukan badan. Jika kamu melihat orang-orang yang zalim berada dalam tekanan-tekanan maut dan para Malaikat merentangkan tangan-tangannya seraya berkata ‘keluarkanlah ruh kalian!’ di hari ini kalian akan dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan karena kalian selalu mengatakan terhadap Allah perkataan yang tidak benar dan kalian selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.[5]
 Dua poin penting dalam ayat tersebut adalah kalimat “keluarkanlah ruh kalian” dan kalimat “hari ini kalian akan dibalas” (tujzauna), yang menunjukkan masa sekarang dan masa yang akan datang. Artinya, dan pembalasan siksa itu berlanjut, maka yang disiksa adalah ruh, karena badan manusia akan rusak dan binasa dengan kematian, ketika itu ia tidak menanggung siksa di alam barzakh. 

Bagaimana Kejadian Ruh?

Terdapat banyak teori berkaitan dengan cara kejadian ruh. Hanya saja, di sini kami akan  membahas dua teori yang penting.
 1. Teori Ruhaniyatul hudus ruhaniyatul baqa’. Pendukung teori ini menyatakan bahwa hakikat ruh terkait dengan alam malakut (metafisik). Yakni, sebelum kejadian badan, ruh berada di alam malakut. Setelah kejadian badan, ruh menjadi tawanan badan dalam jangka waktu tertentu. Dan setelah manusia mati, ruh kembali lagi ke asalnya, yaitu ke alam malakut.
 2. Teori Jismaniyatul hudus ruhaniyatul baqa’. Penggagas teori ini adalah Mulla Shadra. Ia mengatakan bahwa ruh bukan materi, juga tidak turun dari alam malakut ke alam natural. Akan tetapi, ruh terjadi dari evolusi substansial materi (takamul-e jauhari-ye madeh). Dengan penjelasan lain, ruh manusia muncul dari gerak substansial yang disebut dengan nafs natiqah (ruh yang berakal) dan ia abadi dan tidak musnah sepeninggal badan. Oleh karenanya, ruh adalah hasil dari evolusi natural. Oleh karena itu, kejadian ruh demikian ini disebut dengan jismaniyatul hudus.
 Di sini kita ingin mengetahui; mana dari dua teori ini yang diterima oleh al-Quran? Apakah dalam masalah ini ayat-ayat al-Quran juga memaparkan pendapatnya? Dengan mengkaji ayat di bawah ini, bisa dikatakan bahwa al-Quran menerima teori  ‘Jismaniyatul hudus ruhaniyatul baqa’. Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.[6]
 Al-Quran melanjutkannya demikian:
Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.[7] Pada tahapan penciptaan dalam ayat di atas digunakan lafazh ‘Fa’ dan ‘Tsumma’  yang artinya ‘kemudian’, di mana jika kita teliti maka akan memahami maksudnya dengan baik.
 Penjelasannya adalah dua lafaz ini memiliki selisih yang sangat dekat sekali. Artinya, jika selisih antara tahapan hanya dari segi sifat atau selisih substansinya dekat sekali, seperti selisih antara tahapan gumpalan darah dengan gumpalan daging, dan gumpalan daging dengan tulang belulang maka yang digunakan adalah lafazd ‘Fa’.
 Sedangkan selisih antara saripati tanah sampai mani dan mani sampai gumpalan darah maka selisih substansinya jauh.
 Kalau al-Quran mengatakan ‘Tsumma Ansya’nahu Khalkan Akhar’, yaitu kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain, sebagai penguat makna tersebut di mana selisih tahapan ini dengan tahapan sebelumnya adalah jauh yaitu daging bercampur tulang belulang.
 Kata ‘Ansya’ dalam sastra Arab artinya adalah menciptakan sesuatu yang belum terjadi sebelumnya.
 Dalam tahapan penciptaan manusia yakni dari tanah sampai daging bercampur tulang belulang, al-Quran menggunakan kata ‘Khalaqa’ dan ‘Ja’ala’. Namun di akhir menggunakan kata ‘Ansya’ dan ‘Khalqan Akhar’ untuk menunjukkan bahwa pada tahapan akhir muncul sesuatu yang baru bagi manusia. Dengan kata lain setelah manusia menjalani tahapan materi ia sampai pada satu tahapan di mana Allah mewujudkan untuknya ciptaan yang lain.
 Oleh karenanya, dengan melihat empat poin di bawah ini maka penyimpulan teori ‘Jismaniyatul hudus-nya ruh  bisa disandarkan pada ayat-ayat di atas:
 1. Sekaitan dengan lafazd ‘Tsumma’ dan ‘Fa’. Lafazd Tsumma digunakan untuk tahapan penciptaan sebelum munculnya ruh. Sedangkan lafazd ‘Fa’ (menunjukkan selisih antara tahapan wujud) digunakan pada tahapan terakhir penciptaan manusia ketika ruh sudah bergabung dengan badan.
 2. Penggunaan kata ‘Ansya’, menunjukkan penciptaan sesuatu yang belum terjadi sebelumnya.
 3. Dalam penciptaan ruh menggunakan istilah ‘Khalkan Akhar’ artinya penciptaan lain.
 4. Pada kata ‘Ansya’nahu’, zamir ‘Hu’ kembali kepada makhluk yang melewati beberapa tahapan dari gumpalan darah sampai daging yang menutupi tulang.[EMS]

[1]. QS, As-Sajdah: 9.
[2] . QS, Al-Hijr: 29.
[3] . QS, As-Syams: 7-8.
[4] . QS, AS-Sajdah: 11.
[5] . QS, Al-An’am: 93.
[6] . QS, Al-Mukminun: 12-14.
[7] . QS, Al-Mukminun: 14.

Ternyata Alam Semesta Berbentuk Terompet yang Akan Ditiup oleh Malaikat Israfil pada Hari Kiamat!!

Masih ingat nggak tebak – tebakan tentang Malaikat Isrofil dan terompetnya? Seingat saya bunyinya seperti ini, “Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?” Jawabnya, “Sedang membersihkan terompetnya.” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung.
Sebenarnya seperti apa sih terompetnya — atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala– malaikat Isrofil itu? Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja. Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet. Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable) (lihat gambar bentuk alam semesta dibawah).
a
Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.
Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda :
“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah. Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk. Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.
Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama – rama yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja. Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :
“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”
Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.
“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, konon pula si peniupnya dan konon lagi sang penciptanya? Allahu Akbar
Wallahu a’lam bishawab!
(dari labuberbulu.wordpress.com dari alisaid.wordpress.com )

Tuesday, 27 March 2012

Terbitnya matahari dari timur

Terbitnya matahari dari timur dan terbenam di barat merupakan sunnatullah terhadap alam semesta, akan tetapi hikmah Allah yang bijak telah berkehendak untuk menjadikan terbitnya matahari dari barat sebagai salah satu tanda yang jelas akan datangnya Kiamat.

Terbitnya matahari dari barat –sama dengan tanda-tanda Kiamat yang lain– adalah perkara yang telah ditetapkan oleh al-Kitab, sunnah dan ijma’.

Firman Allah, “Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelumnya atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.â€‌ (QS. Al-An’am: 158).

Jumhur ahli tafsir telah menyepakati bahwa sebagian tanda-tanda di dalam ayat itu adalah terbit matahari dari arah barat.

Adapun sunnah maka hadits riwayat Muslim nomor 2942 dan Abu Dawud nomor 4310 dari Abdulah bin Amru bin Ash berkata, “Saya menghafal dari Rasulullah saw sebuah hadits yang tidak pernah aku lupakan, saya mendengarnya bersabda, â€کSesungguhnya tanda Kiamat yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat, keluarnya binatang bumi kepada manusia di waktu dhuha. Apa pun yang muncul terlebih dahulu maka yang lain akan segera menyusul di belakangnya.â€‌

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Bersegeralah beramal sebelum datangnya enam perkara: terbitnya matahari dari barat, dukhan, Dajjal, binatang bumi, teman khusus kalian dan urusan umum.â€‌ (HR. Muslim nomor 2947). Hisyam bin Amir berkata, “Teman khusus adalah kematian.â€‌ Qatadah berkata, “Urusan umum adalah Kiamat.â€‌
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Kiamat tidak datang sehingga matahari terbit dari barat. Jika manusia melihatnya maka mereka semua beriman.â€‌

Dalam riwayat lain, “Jika matahari telah terbit dari arah barat dan orang-orang melihatnya, maka mereka semua beriman. Pada saat itu iman seseorang tidak lagi berguna untuk dirinya selama dia belum beriman sebelumnya atau memperoleh kebaikan dalam imannya.â€‌ (HR. al-Bukhari 7/190 dan Muslim nomor 157)

Umat Islam secara keseluruhan telah ber-ijma’ bahwa terbitnya matahari dari barat adalah salah satu tanda Kiamat kubro berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan jelas begitu pula al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi saw.

Iman dan Amal Pada Saat Matahari Terbit dari Barat

Kesimpulan yang diambil dari ayat yang mulia dan hadits-hadits yang disebutkan di atas, dan hadits-hadits lain yang senada bahwa apabila matahari telah terbit dari barat maka iman yang terjadi pada hari itu tidaklah berguna bagi orang yang sebelumnya musyrik atau kafir, tidak pula taubat yang dilakukan pada waktu itu bagi orang yang beriman tetapi sebelumnya dia melakukan kemaksiyatan, kebaikan yang dilakukan sesudah itupun tidaklah berguna. Imannya yang terdahulu menjaganya dari kekekalan di dalam Neraka, jika dia masuk ke dalamnya maka karena dosa-dosanya. Adapun pemilik iman terdahulu, tetapi tidak murni, maka imannya berguna untuk dirinya begitu pula amal-amal yang menyertainya yang dikerjakannya. Yang ditolak adalah taubatnya saat itu dari imannya yang bercampur dengan kemaksiyatan, begitu pula orang yang sebelumnya tidak beriman dan beramal shalih, maka iman dan amal shalih yang tiba-tiba dilakukan pada saat itu tidaklah diterima.

Adapun orang mukmin yang telah bertaubat dari kemaksiyatan dan telah mengerjakan kebaikan semampunya, maka imannya ini berguna baginya demi keselamatannya dan amal shalihnya berguna baginya demi derajatnya dan kebaikan yang dia kerjakan setelah itu, di mana sebelumnya dia telah melaksanakannya, ia juga berguna baginya.

Kaidah Syar’i Dalam Masalah Ini

Setiap kebaikan yang tiba-tiba dilaksanakan di mana pendorongnya adalah dilihatnya matahari terbit dari arah barat dan juga pelakunya tidak pernah melaksanakannya sebelumnya, maka ia tidak berguna, baik kebajikan itu termasuk ushul (pokok) ataupun furu (cabang). Sebaliknya semua kebaikan di mana pelakunya telah melaksanakannya sebelum dia melihat tanda ini maka ia berguna.

Allamah Al-Qurtubi dalam at-Tadzkirah menjelaskan alasan ditolaknya iman pada hari itu, dia berkata, “Para ulama berkata, â€کIman tidak berguna bagi pemiliknya pada waktu matahari terbit dari barat karena ketakutan hebat yang menyelimuti hatinya. Di mana ketakutan ini memadamkan semua syahwat jiwa dan meluruhkan seluruh kekuatan tubuh. Maka seluruh manusia –karena mereka telah yakin Kiamat di ambang pintu– menjadi seperti orang di mana kematian telah berada di pelupuk mata. Dalam kondisi demikian dorongan-dorongan kepada kemaksiyatan telah hilang dan luruh dari mereka. Maka barangsiapa bertaubat dalam kondisi ini maka taubatnya tidak diterima sebagaimana taubat orang yang maut telah berada di pelupuk matanya’.â€‌

Hafizh Ibnu Katsir dalam An-Nihayah berkata, “Hadits-hadits yang mutawatir ini bersama ayat yang mulia merupakan dalil bahwa siapa yang baru beriman dan bertaubat pada saat matahari terbit dari barat maka ia tidak diterima darinya. Hal itu demikian –wallahu a’lam– karena ia adalah tanda Kiamat terbesar yang menunjukkan kedekatannya, maka hari itu diperlakukan seperti hari Kiamat.

Firman Allah, “Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu.â€‌ (QS. Al-An’am: 158).

Firman Allah, “Maka tatkala mereka melihat adzab Kami, mereka berkata, â€کkami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah’. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.â€‌ (QS. Al-Mu’min: 84-85).

Firman Allah, “Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari Kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.â€‌ (QS. Az-Zukhruf: 66). Wallahu a'lam.

Tanda-tanda Hari Kiamat (Terjadinya Khasf, Munculnya Asap dan Keluarnya ad-Dabbah)

Penulis : Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Di antara tanda-tanda hari kiamat kubra adalah terjadinya khasf, munculnya asap, dan keluarnya ad-Dabbah (binatang yang dapat berbicara).
Terjadi Khasf di timur, barat dan di negeri arab
Khasf yang dimaksudkan di sini, bukanlah terjadinya gerhana sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang. Akan tetapi khasf yang merupakan tanda hari kiamat adalah ditenggelamkannya manusia ke dalam bumi, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an ketika Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Qarun yang tidak bersyukur dengan kenikmatan yang telah diberikan kepadanya:
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ اْلأَرْضَ … القصص: 81
Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi… (al-Qashash: 81)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyebutkan 10 tanda-tanda hari kiamat dalam hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin usaid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ … خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ. رواه مسلم
Sesungguhnya hari kiamat tidak akan terjadi hingga kalian-kalian melihat 10 tanda-tandanya……. Kemudian disebutkan di antaranya: terjadinya Khasf di timur, di barat dan di negeri arab. Kemudian diakhiri oleh keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya. (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan bahwa terjadinya adzab tersebut adalah ketika manusia telah tenggelam dalam kemaksiatan dan dosa sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Umu Salamah radhiallahu ‘anha . Beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
سَيَكُوْنُ بَعْدِي خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ. قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيُخْسَفُ اْلأَرْضُ وَفِيْهَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ لَهَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِذَا أَكْثَرَ أَهْلُهَا الْخَبَثَ. (رواه الطبراني في معجم الأوسط)
“Akan terjadi setelahku khasf di timur, di barat dan di negeri arab”. Saya katakan: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apakah manusia akan ditenggelamkan, padahal di tengah-tengah mereka ada orang-orang yang shalih?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ya, jika mayoritas penduduknya telah banyak melakukan kemaksiatan (dosa).” (HR. Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath).
Ibnu Hajar al-Atsqalani rahimahullah berkata: “Telah didapati khasf di beberapa tempat, namun bisa jadi yang dimaksud dengan kejadian khasf tersebut adalah sesuatu yang luar biasa (lebih dari biasanya). Apakah lebih dahsyat kejadiannya, atau lebih luas daerah yang ditenggelamkannya atau ukurannya”. (Lihat Fathul Bari, juz 13 hal. 84)
Munculnya Asap (ad-Dukhan)
Tanda-tanda hari kiamat kubra yang berikutnya adalah munculnya asap. Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ (10) يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ. الدخان: 10-11
Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (ad-Dukhan: 10-11)
Ayat ini merupakan ancaman kepada kaum musyrikin Quraisy khususnya dan orang-orang kafir umumnya bahwa Allah subhabahu wa Ta’ala akan menurunkan adzab kepada mereka berupa asap yang akan menutupi mereka seluruhnya.
Para ahli tafsir berselisih pendapat tentang asap di dalam ayat tersebut, apakah yang akhirnya menimpa kaum Quraisy ketika itu berupa panas dan kemarau panjang serta kelaparan? atau asap yang akan datang sebagai tanda hari kiamat yang besar yang disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih?
Di antara mereka yang berpendapat dengan pendapat pertama adalah Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Ketika ada seorang dari negri Kindah menyatakan tentang asap yang akan datang pada hari kiamat yang akan memekakan telinga-telinga kaum munafiqin dan membutakan mata-mata mereka, beliau marah sambil berkata:
مَنْ عَلِمَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِهِ وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلْ: اللهُ أَعْلَمُ، فَإِنَّ مِنَ الْعِلْمِ أَنْ يَقُوْلَ لِمَا لاَ يَعْلَمُ لاَ يَعْلَمُ. فَإِنَّ اللهَ قاَلَ لِنَبِيِّهِ: قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ .
Barangsiapa yang memiliki ilmu maka katakanlah! Dan barangsiapa yang tidak memiliki ilmu maka katakanlah: ‘Allahu a’lam!” Karena sesungguhnya termasuk ilmu adalah ucapan orang pada apa yang dia tidak tahu: “aku tidak tahu”. Sesungguhnya Allah telah mengatakan kepada nabi-Nya: ((“Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kalian dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan (memaksakan diri”)).
Kemudian Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya kaum Quraisy tidak mau menerima Islam, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan atas mereka:
أَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَيْهِمْ بِسِنِيْنَ كَسِنِيْ يُوْسُفَ.
Ya Allah tolonglah aku untuk mengalahkan mereka dengan kelaparan seperti yang terjadi pada zaman nabi Yusuf. (HR. Bukhari dalam Kitab Tafsir dan Muslim dalam Shifatul Qiyaamah).
Maka terjadilah kemarau panjang dan kelaparan, hingga sebagian mereka binasa dan sebagian lainnya memakan bangkai-bangkai dan tulang-tulang. Ketika itu setiap orang melihat seakan-akan di antara langit dan bumi ada asap. (Atsar riwayat ad-Darimi juz 1/62; Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayaanil Ilmi, juz 2/51; Baihaqi dalam al-Madkhal no. 797; al-Khathib al-Baghdadi dalam al-Faqiih wal Mutafaqih; melalui nukilan Hilyatul Alimi al-Mu’allim, hal. 59)
Pendapat ibnu mas’ud radhiallahu ‘anhu ini sesuai dengan konteks ayat di atas yang mengancam kaum Musyrikin Quraisy. Namun demikian, tidak menafikan ancaman umum kepada seluruh orang-orang kafir dan musyrikin dengan asap yang turun menjelang hari kiamat kelak. Karena dalil-dalil yang shahih tentang tanda-tanda kiamat kubra sebagaimana disebutkan dalam hadits Hudzaifah di antaranya adalah munculnya ad-dukhan (asap).
Kemarahan yang diucapkan oleh Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu di atas bukanlah karena beliau menafikan munculnya asap menjelang hari kiamat, tetapi karena beliau mengerti orang tersebut berbicara tanpa ilmu dengan mengatakan bahwa asap tersebut dapat membutakan mata dan memekakan telinga. Karena dalam riwayat lain, Ibnu Mas-’ud mengatakan ada dua asap, salah satunya telah terjadi dan yang lain akan datang menjelang hari kiamat.
Dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَادِرُوا بِاْلأَعْمَالِ سِتًّا طُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا أَوِ الدُّخَانَ أَوِ الدَّجَّالَ أَوِ الدَّابَّةَ أَوْ خَاصَّةَ أَحَدِكُمْ أَوْ أَمْرَ الْعَامَّةِ . رواه مسلم في الفتن وأشرط الساعة
Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya enam perkara: terbitnya matahari dari arah barat, datangnya asap, munculnya Dajjal, keluarnya ad-Dabbah (binatang yang dapat berbicara), kematian atau datangnya hari kiamat yang merata. (HR. Muslim dalam al-Fitan wa Asyrathu as-Sa’ah).
Keluarnya ad-Dabbah (binatang yang dapat berbicara)
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ اْلأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لاَ يُوقِنُونَ. النمل: 82
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. (an-Naml: 82)
Berkata para ulama tentang ayat di atas bahwa makna “telah jatuh atas mereka” adalah telah layak ancaman Allah untuk mereka. Hal itu karena kemaksiatan, kefasikan dan kekafiran mereka telah melampaui batasnya. Mereka telah berpaling dari ayat-ayat Allah, tidak mau membaca dan tunduk pada hukum-hukumnya, di mana tidak berguna lagi nasehat untuk mereka, dan tidak memalingkan mereka peringatan-peringatan.
Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa maksud “telah jatuh ucapan atas mereka” adalah dengan matinya para ulama, hilangnya ilmu, dan terangkatnya al-Qur’an …. Kemudian beliau berkata: “Maka perbanyaklah membaca al-Qur’an sebelum diangkatnya”. (Tafsir Qurthubi juz 13 hal. 234; melalui nukilan Asyrathu as-Sa’ah, hal. 404).
Selain ayat di atas, dalil-dalil dari hadits tentang akan keluarnya ad-Dabbah ini sangat banyak, di antaranya:
  1. Dalam hadits Hudzaifah bin usaid radhiallahu ‘anhu tentang 10 tanda-tanda hari kiamat yang diriwayatkan oleh Muslim.
  2. Hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu di atas yang diriwayatkan oleh Muslim tentang beramallah sebelum datang enam perkara.
  3. Hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu: ثَلاَثٌ إِذَا خَرَجْنَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَالدَّجَّالُ وَدَابَّةُ اْلأَرْضِ. رواه مسلم في كتاب الإيمان 2/195 بشرح النواوي
    Tiga perkara jika telah keluar, maka tidak berguna lagi bagi seseorang keimanannya yang belum beriman sebelumnya atau belum beramal kebaikan sedikit pun sebelumnya: terbitnya matahari dari barat, munculnya Dajjal dan keluarnya ad-Dabbah. (HR. Muslim dalam kitab al-Iman juz 2/195 dengan syarh Imam Nawawi)
  4. Hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: إِنَّ أَوَّلَ اْلآيَاتِ خُرُوجًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَخُرُوجُ الدَّابَّةِ عَلَى النَّاسِ ضُحًى وَأَيُّهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا فَاْلأُخْرَى عَلَى إِثْرِهَا قَرِيبًا. رواه مسلم في كبات الفتن وأشرط الساعة 18/27 بشرح النواوي
    Sesungguhnya awal tanda-tanda terjadinya hari kiamat adalah terbitnya matahari dari arah tenggelamnya dan keluarnya ad-Dabbah di antara manusia pada waktu dluha. Yang mana pun keluar lebih dulu sebelum yang lainnya, maka yang lainnya muncul di belakangnya secara dekat. (HR. Muslim dalam kitab al-Fitan wa Asyrathu as-Sa’ah, 18/27 dengan syarh Imam Na-wawi)
  5. Hadits Abu Umamah radhiallau ‘anhu dalam riwayat imam Ahmad: تَخْرُجُ الدَّابَّةُ فَتَسِمُ النَّاسَ عَلَى خَرَاطِيمِهِمْ ثُمَّ يَغْمُرُونَ فِيكُمْ حَتَّى يَشْتَرِيَ الرَّجُلُ الْبَعِيرَ فَيَقُولُ مِمَّنِ اشْتَرَيْتَهُ فَيَقُولُ اشْتَرَيْتُهُ مِنْ أَحَدِ الْمُخَطَّمِينَ. رواه أحمد وصححه الألباني، انظر صحيح الجامع الصغير 3/37 وسلسلة الأحاديث الصحيحة 1/3/322
    Akan keluar sejenis binatang kemudian menandai manusia di muka-muka mereka kemudian bertambah banyaklah di tengah-tengah kalian (orang-orang yang bertanda), hingga ketika seseorang membeli unta ditanya: “Dari siapa engkau membeli unta ini?” Maka dia menjawab : “Aku membeli dari salah seorang yang telah diberi tanda” (tanda kafir atau mukmin –pent). (HR. Ahmad; dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani; Lihat Shahih al-Jami’u ash-Shaghir 3/37 dan Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah 1/3/322)
Sebagian manusia menafsirkan ad-Dabbah dengan berbagai macam penafsiran. Bahkan sebagian mereka mengatakan bahwa ad-Dabbah adalah sejenis virus yang akan membikin cacat manusia dengan tidak membawakan dalil sama sekali kecuali dari akalnya.
Kita katakan bahwa tidak perlu kita menebak-nebak sesuatu tanpa ilmu. Apa yang telah diberitakan kita imani, sedangkan apa yang tidak diberitakan kita katakan
wallahu a’lam.
Sumber : Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi: 75/Th. II 21 Rajab 1426 H/26 Agustus 2005 M