Friday, 15 March 2013

7 SUNNAH RASULULLAH YANG HARUS DIJAGA


Cerdasnya orang yang beriman
adalah, dia yang mampu mengolah
hidupnya yang sesaat, yang sekejap
untuk hidup yang panjang. Hidup
bukan untuk hidup, tetapi hidup
untuk Yang Maha Hidup. Hidup
bukan untuk mati,tapi mati itulah
untuk hidup.
Kita jangan takut mati, jangan
mencari mati, jangan lupakan mati,
tapi rindukan mati. Karena, mati
adalah pintu berjumpa dengan Allah
SWT.
Mati bukanlah cerita dalam akhir
hidup,tapi mati adalah awal cerita
sebenarnya, maka sambutlah
kematian dengan penuh ketakwaan.
Hendaknya kita selalu menjaga tujuh
sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh
sunnah Nabi SAW itu adalah:
1, Tahajjud
karena kemuliaan seorang mukmin
terletak pada tahajjudnya.
2, membaca Al-Qur’an sebelum
terbit matahari
Alangkah baiknya sebelum mata
melihat dunia, sebaiknya mata
membaca Al-Qur’an terlebih dahulu
dengan penuh pemahaman.
3, Jangan tinggalkan masjid
terutama di waktu shubuh. Sebelum
melangkah kemana pun langkahkan
kaki ke masjid, karena masjid
merupakan pusat keberkahan, bukan
karena panggilan muadzin tetapi
panggilan Allah yang mencari orang
beriman untuk memakmurkan
masjid Allah.
4, jaga shalat Dhuha karena kunci
rezeki terletak pada shalat dhuha.
5. jaga sedekah setiap hari.
Allah menyukai orang yang suka
bersedekah, dan malaikat Allah
selalu mendoakan kepada orang
yang bersedekahsetiap hari.
6 jaga wudhu terus menerus karena
Allah menyayangi hamba yang
berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu
Thalib, “Orang yang selalu berwudhu
senantiasa ia akan merasa selalu
shalat walau ia sedang tidak shalat,
dan dijaga oleh malaikat dengan dua
doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya
Allah”.
7, amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yang
terjadi karena dosa kita akan
dijauhkan oleh Allah.
Dzikir, kata Arifin Ilham, adalah
bukti syukur kita kepada Allah. Bila
kita kurang bersyukur, maka kita
kurang berdzikir pula, oleh karena
itu setiap waktu harus selalu ada
penghayatan dalam melaksanakan
ibadah dan ibadah ajaran Islam
lainnya.
“Dzikir merupakanmakanan rohani
yang paling bergizi,” katanya, dan
dengan dzikir berbagai kejahatan
seperti narkoba, KKN, danlainnya
dapat ditangkal sehingga jauhlah
umat manusia darisifat-sifat hewani
yang berpangkal pada
materialismedan hedonisme

CARA TIDUR RASUL SAW

“Dari ‘Aisyah Radhiallahu Anha “Nabi
Sallalahu ‘Alaihi Wasallam apabila
berbaring di tempat tidurnya pada
setiap malam Baginda mengangkat
kedua tangannya (seperti berdoa),
lalu meniup dan membaca surah Al-
Ikhlas, surah Al-Falaq, surah An-Nas,
kemudian Baginda menyapukan
tangannya itu ke seluruh badan yang
dapat disapunya mulai dari
kepalanya dan mukanya dan bagian
depan dari badannya, Baginda
melakukannya sebanyak tiga
kali.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)
Membaca ayat Kursi...
ُﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَﻟ ﺎَّﻟِﺇ َﻪَﻟِﺇ َﻮُﻫ ُّﻲَﺤْﻟﺍ ُﻡﻮُّﻴَﻘْﻟﺍ ﺎَﻟ ُﻩُﺬُﺧْﺄَﺗ
ٌﺔَﻨِﺳ ﺎَﻟَﻭ ٌﻡْﻮَﻧ ﻲِﻓ ﺎَﻣ ُﻪَﻟ ِﺕﺍَﻭﺎَﻤَّﺴﻟﺍ ﺎَﻣَﻭ
ﻲِﻓ ِﺽْﺭَﺄْﻟﺍ ﺍَﺫ ْﻦَﻣ ﻱِﺬَّﻟﺍ ُﻊَﻔْﺸَﻳ ﺎَّﻟِﺇ ُﻩَﺪْﻨِﻋ
ِﻪِﻧْﺫِﺈِﺑ ﺎَﻣ ُﻢَﻠْﻌَﻳ َﻦْﻴَﺑ ْﻢِﻬﻳِﺪْﻳَﺃ ﺎَﻣَﻭ ْﻢُﻬَﻔْﻠَﺧ
ﺎَﻟَﻭ ٍﺀْﻲَﺸِﺑ َﻥﻮُﻄﻴِﺤُﻳ ْﻦِﻣ ِﻪِﻤْﻠِﻋ ﺎَّﻟِﺇ ﺎَﻤِﺑ َﺀﺎَﺷ
َﻊِﺳَﻭ ُﻪُّﻴِﺳْﺮُﻛ ِﺕﺍَﻭﺎَﻤَّﺴﻟﺍ َﺽْﺭَﺄْﻟﺍَﻭ ﺎَﻟَﻭ ُﻩُﺩﻮُﺌَﻳ
ﺎَﻤُﻬُﻈْﻔِﺣ َﻮُﻫَﻭ ُّﻲِﻠَﻌْﻟﺍ ﻢﻴِﻈَﻌْﻟﺍ :ﺓﺮﻘﺒﻟﺍ]
255]
Sebagaimana dalam hadits Abu
Hurairah; Jika kamu beranjak ke
tempat tidurmu maka bacalah ayat
Al-Kursi sampai selesai, karena
kamu akan selalu mendapat
penjagaan dari Allah, dan syaitan
tidak akan mendekatimu sampai
pagi. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Berdoa sebelum dan sesudah tidur.
ﻢﺴﺑ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﻦﻤﺣﺮﻟﺍ
Hudzaifah berkata: Rasulullah
sallallahu 'alaihi wasallam jika
hendak tidur membaca...
َﻚِﻤْﺳﺎِﺑ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ ُﺕﻮُﻣَﺃ ﺎَﻴْﺣَﺃَﻭ
"Dengan nama-Mu ya Allah aku mati
dan hidup."
Dan jika bangun dari tidur
membaca...
ُﺪْﻤَﺤْﻟﺍ ِﻪَّﻠِﻟ ﻱِﺬَّﻟﺍ ﺎَﻧﺎَﻴْﺣَﺃ َﺪْﻌَﺑ ﺎَﻣ ﺎَﻨَﺗﺎَﻣَﺃ ِﻪْﻴَﻟِﺇَﻭ
ُﺭﻮُﺸُّﻨﻟﺍ
"Segala puji bagi Allah yang telah
menghidupkan kami setelah
mematikan kami, dan hanya kepada-
Nya lah tempat kembali." [Sahih
Bukhari]

Cara Makan Rasulullah SAW

Rupanya tanpa kita sadari, dalam
makanan yang kita makan sehari-
hari, kita tak boleh sembarangan.
Hal inilah penyebab terjadinya
berbagai penyakit antara lain
penyakit kencing manis, lumpuh,
sakit jantung, keracunan makanan
dan lain-lain penyakit. Apabila anda
telah mengetahui ilmu ini, tolonglah
ajarkan kepada yang lainnya.
Ini pun adalah diet Rasullulah SAW
kita juga. Ustadz Abdullah Mahmood
mengungkapkan, Rasullulah tak
pernah sakit perut sepanjang
hayatnya karena pandai menjaga
makanannya sehari-hari. Insya Allah
kalau anda ikut diet Rasullullah ini,
Anda takkan menderita sakit perut
ataupun keracunan makanan.
Jangan makan SUSU bersama
DAGING
Jangan makan DAGING bersama
IKAN
Jangan makan IKAN bersama SUSU
Jangan makan AYAM bersama SUSU
Jangan makan IKAN bersama TELUR
Jangan makan IKAN bersama DAUN
SALAD
Jangan makan SUSU bersama CUKA
Jangan makan BUAH bersama SUSU
(Contoh : KOKTEL)
CARA MAKAN :
* Jangan makan buah setelah makan
nasi, sebaliknya makanlah buah
terlebih dahulu, baru makan nasi.
* Tidur 1 jam setelah makan tengah
hari.
* Jangan sesekali tinggal makan
malam. Barang siapa yg tinggal
makan malam dia akan dimakan
usia dan kolesterol dalam badan
akan berganda.
Nampak memang sulit.. tapi, kalau
tak percaya… cobalah…..
Pengaruhnya tidak dalam jangka
pendek…. Akan berpengaruh bila
kita sudah tua nanti.
* Dalam Al-Quran juga melarang
kita makan makanan darat
bercampur dengan makanan laut.
Nabi pernah mencegah kita makan
ikan bersama susu. karena akan
cepat mendapat penyakit. Ini
terbukti oleh ilmuwan yang
menemukan bahwa dalam daging
ayam mengandung ion+ sedangkan
dalam ikan mengandung ion-, jika
dalam makanan kita ayam
bercampur dengan ikan maka
akanterjadi reaksi biokimia yang
akan dapat merusak usus kita.
* Al-Quran Juga mengajarkan kita
menjaga kesehatan spt membuat
amalan antara lain:
1. Mandi Pagi sebelum subuh,
sekurang kurangnya sejam sebelum
matahari terbit. Air sejuk yang
meresap kedalam badan dapat
mengurangi penimbunan lemak. Kita
boleh saksikan orang yang mandi
pagi kebanyakan badan tak gemuk.
2. Rasulullah mengamalkan minum
segelas air sejuk (bukan air es)
setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah
jauh dari penyakit (susah mendapat
sakit).
3. Waktu sembahyang subuh
disunatkan kita bertafakur (yaitu
sujud sekurang kurangnya semenit
setelah membaca doa). Kita akan
terhindar dari sakit kepala atau
migrain. Ini terbukti oleh para
ilmuwan yang membuat kajian
kenapa dalam sehari perlu kita
sujud. Ahli-ahli sains telah menemui
beberapa milimeter ruang udara
dalam saluran darah di kepala yg
tidak dipenuhi darah. Dengan
bersujud maka darah akan mengalir
keruang tersebut.
4. Nabi juga mengajar kita makan
dengan tangan dan bila habis
hendaklah menjilat jari.
5. Begitu juga ahli saintis telah
menemukan bahwa enzyme banyak
terkandung di celah jari jari, yaitu
10 kali ganda terdapat dalam air
liur. (enzyme sejenis alat percerna
makanan).
Sabda nabi, Ilmu itu milik Allah,
barang siapa menyebarkan ilmu
demi kebaikan insya Allah Allah
akan menggandakan 10 kali
kepadanya
Bantu FP ini berkembang hanya dg
meng-klik 'bagikan'/ 'share'
ALLAH SWT akan membalas sekecil
apapun amal baik kalian.
” Siapa yang mengerjakan kebaikan
sebesar biji dzarah sekalipun,
niscaya ia akan melihat balasannya
” (QS 99 : 7)

CARA TIDUR RASUL SAW

“Dari ‘Aisyah Radhiallahu Anha “Nabi
Sallalahu ‘Alaihi Wasallam apabila
berbaring di tempat tidurnya pada
setiap malam Baginda mengangkat
kedua tangannya (seperti berdoa),
lalu meniup dan membaca surah Al-
Ikhlas, surah Al-Falaq, surah An-Nas,
kemudian Baginda menyapukan
tangannya itu ke seluruh badan yang
dapat disapunya mulai dari
kepalanya dan mukanya dan bagian
depan dari badannya, Baginda
melakukannya sebanyak tiga
kali.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)
Membaca ayat Kursi...
ُﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَﻟ ﺎَّﻟِﺇ َﻪَﻟِﺇ َﻮُﻫ ُّﻲَﺤْﻟﺍ ُﻡﻮُّﻴَﻘْﻟﺍ ﺎَﻟ ُﻩُﺬُﺧْﺄَﺗ
ٌﺔَﻨِﺳ ﺎَﻟَﻭ ٌﻡْﻮَﻧ ﻲِﻓ ﺎَﻣ ُﻪَﻟ ِﺕﺍَﻭﺎَﻤَّﺴﻟﺍ ﺎَﻣَﻭ
ﻲِﻓ ِﺽْﺭَﺄْﻟﺍ ﺍَﺫ ْﻦَﻣ ﻱِﺬَّﻟﺍ ُﻊَﻔْﺸَﻳ ﺎَّﻟِﺇ ُﻩَﺪْﻨِﻋ
ِﻪِﻧْﺫِﺈِﺑ ﺎَﻣ ُﻢَﻠْﻌَﻳ َﻦْﻴَﺑ ْﻢِﻬﻳِﺪْﻳَﺃ ﺎَﻣَﻭ ْﻢُﻬَﻔْﻠَﺧ
ﺎَﻟَﻭ ٍﺀْﻲَﺸِﺑ َﻥﻮُﻄﻴِﺤُﻳ ْﻦِﻣ ِﻪِﻤْﻠِﻋ ﺎَّﻟِﺇ ﺎَﻤِﺑ َﺀﺎَﺷ
َﻊِﺳَﻭ ُﻪُّﻴِﺳْﺮُﻛ ِﺕﺍَﻭﺎَﻤَّﺴﻟﺍ َﺽْﺭَﺄْﻟﺍَﻭ ﺎَﻟَﻭ ُﻩُﺩﻮُﺌَﻳ
ﺎَﻤُﻬُﻈْﻔِﺣ َﻮُﻫَﻭ ُّﻲِﻠَﻌْﻟﺍ ﻢﻴِﻈَﻌْﻟﺍ :ﺓﺮﻘﺒﻟﺍ]
255]
Sebagaimana dalam hadits Abu
Hurairah; Jika kamu beranjak ke
tempat tidurmu maka bacalah ayat
Al-Kursi sampai selesai, karena
kamu akan selalu mendapat
penjagaan dari Allah, dan syaitan
tidak akan mendekatimu sampai
pagi. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Berdoa sebelum dan sesudah tidur.
ﻢﺴﺑ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﻦﻤﺣﺮﻟﺍ
Hudzaifah berkata: Rasulullah
sallallahu 'alaihi wasallam jika
hendak tidur membaca...
َﻚِﻤْﺳﺎِﺑ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ ُﺕﻮُﻣَﺃ ﺎَﻴْﺣَﺃَﻭ
"Dengan nama-Mu ya Allah aku mati
dan hidup."
Dan jika bangun dari tidur
membaca...
ُﺪْﻤَﺤْﻟﺍ ِﻪَّﻠِﻟ ﻱِﺬَّﻟﺍ ﺎَﻧﺎَﻴْﺣَﺃ َﺪْﻌَﺑ ﺎَﻣ ﺎَﻨَﺗﺎَﻣَﺃ ِﻪْﻴَﻟِﺇَﻭ
ُﺭﻮُﺸُّﻨﻟﺍ
"Segala puji bagi Allah yang telah
menghidupkan kami setelah
mematikan kami, dan hanya kepada-
Nya lah tempat kembali." [Sahih
Bukhari]

Thursday, 14 March 2013

15 Sunnah Rasulullah SAW


ِﻢۡﺴِﺑ ِﻪﻠﻟﭐ ِﻦٰـَﻤۡﺣَّﺮﻟﭐ ِﻢﻴِﺣَّﺮﻟﭐ
َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ ِّﻞَﺻ ْﻢِّﻠَﺳَﻭ ﻰَﻠَﻋ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﺎَﻧِﺪِّﻴَﺳ
.
Berikut merupakan antara amalan
yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad Shalallahu ‘alaihi
wasalam dan ia menjadi sunnah
buat umatnya yang dikasihi.
Amalan ini mampu menjadikan
seseorang itu mencintai baginda
dan boleh membawa seseorang itu
cenderung ke arah ‘soleh wa
musleh’.
.
1. Senyuman
Abdullah bin Al-Harist
Radliyallahu’anhu menuturkan,
yang artinya, “Tidak pernah aku
melihat seseorang yang lebih
banyak tersenyum daripada
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasalam.” (Riwayat At-Tirmidzi)
.
2. Dahulukan Kanan
Daripada Aisyah, katanya:
“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasalam lebih suka mendahulukan
yang kanan dalam segala hal
(perbuatan) seperti memakai
terompah, bersikat, berwuduk dan
mandi. “ (Hadis riwayat Muslim)
.
3. Berpakaian
Ummu Salamah meriwayatkan:
“Pakaian yang paling disukai
oleh Baginda Shalallahu ‘alaihi
wasalam ialah pakaian
Qamis).” (Riwayat Tarmizi dan Abu
Daud)
.
4. Bercelak
Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasalam bersabda: “Hendaklah
kamu bercelak dengan
menggunakan batu celak (Al-
Itsmid) kerana celak dapat
memperjelaskan penglihatan dan
menumbuhkan bulu
(mata).” (Riwayat Tarmizi dan Abu
Daud)
.
5. Memakai Cincin
Ali bin Abi Talib meriwayatkan:
“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasalam memakai cincin di jari
tangan kanan Baginda.” (Riwayat
Tarmizi, Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu
Hibban.)
.
6. Makan
Ka’ab bin Malik r.a. meriwayatkan:
“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasalam makan menggunakan
ketiga jari Baginda. Selepas
makan Baginda menjilati ketiga-
tiganya.” (Riwayat Tarmizi,
Muslim, Abu Daud dan Ahmad)
.
7. Minum
Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan:
“Ketika Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wasalam minum, Baginda
menarik nafas (menghela) dua
kali.” (Riwayat Tarmizi dan Abu
Syaikh)
.
8. Bersilaturrahim
Rasulullah SAW
bersabda: “Tahukah kamu
tentang sesuatu yang paling
cepat mendatangkan kebaikan
ataupun keburukan? Sesuatu
yang paling cepat mendatangkan
kebaikan, adalah balasan
(pahala) orang yang berbuat
kebaikan dan menghubungkan
tali silaturahmi, sedangkan yang
paling cepat mendatangkan
keburukan ialah balasan bagi
orang yang berbuat jahat dan
yang memutuskan
persaudaraan.” (Riwayat Ibnu
Majah).
.
9. Berjalan
Ali bin Abi Talib meriwayatkan:
“Apabila Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wasalam berjalan, tubuh
Baginda tegak seperti sedang
menuruni tanah yang
landai.” (Riwayat Tarmizi dan
Hakim)
.
10. Berkata
Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan:
“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasalam mengulangi perkataan
Baginda tiga kali supaya lebih
difahami (oleh pendengarnya).”
(Riwayat Tarmizi dan Hakim)
.
11. Tertawa
Abdullah bin Harith r.a.
meriwayatkan: “Tawa Nabi
Muhammad Shalallahu ‘alaihi
wasalam hanyalah senyuman.”
(Riwayat Tarmizi )
.
12. Bergurau
Anas bin Malik r.a. meriwayatkan:
“Betapa baiknya Nabi Shalallahu
‘alaihi wasalam menggauli kami.
Baginda berkata kepada
saudaraku yang masih kecil,
‘Wahai Abu Umair, apa yang
sedang dilakukan oleh burung
nughair?’” (Riwayat Tarmizi,
Bukhari, Abu Daud, Nasa’i dan
Ahmad)
.
13. Tidur
Aisyah r.ha. meriwayatkan: “Setiap
kali hendak tidur pada malam
hari, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasalam selalu menadahkan
kedua tapak tangan sambil
membaca Surah al-Ikhlas, al-
Falaq dan an-Nas kemudian
Baginda meniup kedua-dua
tapak tangan tersebut. Setelah
itu, Baginda menyapu bahagian
tubuh yang terjangkau, dimulai
dari kepala, wajah lalu bahagian
depan tubuh Baginda. Hal itu
Baginda lakukan sebanyak tiga
kali.” (Riwayat Tarmizi, Abu Daud,
Ibnu Majah, Nasa’i dan Ahmad)
.
14. Membaca al-Quran
Ya’la bin Mamlak bertanya kepada
Ummu Salamah tentang cara
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasalam membaca al-Quran.
Menurut Ummu Salamah,
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasalam membaca al-Quran
dengan sangat jelas kalimah demi
kalimah. (Riwayat Tarmizi, Bukhari,
Abu Daud dan Nasa’i)
.
15. Ibadah
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan:
“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasalam melaksanakan solat
hingga kedua-dua kaki Baginda
bengkak. Beliau bertanya,
“Mengapa engkau melakukan
hal ini padahal engkau
mengetahui bahawa Allah SWT
telah mengampuni dosamu yang
telah berlalu dan akan datang?”
Baginda Shalallahu ‘alaihi
wasalam menjawab, ‘Tidakkah
aku menjadi hamba yang banyak
bersyukur?’.” (Riwayat Tarmizi dan
Ibnu Khuzaimah)

Sunday, 22 July 2012

Lagibelajar hadits tentang keutamaan bulan suci Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan penuh keutamaan, rahmat,  berkah dan ampunan. Bersuka cita menyambut hadirnya bulan suci Ramadhan dengan segala keutamaannya.

1. Sesungguhnya dalam syurga terdapat sebuah pintu yang dikenali dengan nama Rayyan, dimana memasuki daripadanya orang?orang yang berpuasa pada hari kiamat dan yang lain tidak berhak. Dikatakan mana orang yang berpuasa? Lantas mereka bangun dan masuk melaluinya. Apabila selesai ditutup dan tiada yang lain berhak memasukinya. HR. Al Bukhori dan Muslim.
2. Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. HR. Bukhari.
3. Allah ‘Azza wajalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. HR. Ahmad.
3. Rasulullah Saw menaiki mimbar (untuk berkhotbah). Menginjak anak tangga (tingkat) pertama beliau mengucapkan, “Aamin”, begitu pula pada anak tangga kedua dan ketiga. Seusai shalat para sahabat bertanya, “Mengapa Rasulullah mengucapkan “Aamin”? Beliau lalu menjawab, “Malaikat Jibril datang dan berkata, “Kecewa dan merugi seorang yang bila namamu disebut dan dia tidak mengucap shalawat atasmu” lalu aku berucap “Aamin.” Kemudian malaikat berkata lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama kedua orang tuanya tetapi dia tidak sampai bisa masuk surga.” Lalu aku mengucapkan “aamin”. Kemudian katanya lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan Ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya.” Lalu aku mengucapkan “Aamin.” HR. Ahmad.
4. Satu kebajikan dengan sepuluh kali ganda dan ditambah, dan satu kejahatan hanya dibalas satu dan mungkin Aku hapuskannya, dan puasa untuk-Ku, dan Akulah yang membalasnya. Puasa sebagai perisai dari azab Allah sebagaimana penyangga, sebagai perisai dari mata pedang. HR. Al-Baghawi.
5. Puasa adalah separuh kesabaran, dan di atas setiap sesuatu mempunyai zakat, dan zakat jasad ialah puasa. HR. Al-Baihaqi.
6. Apabila datangnya Ramadhan niscaya dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka dan diikat syaitan-syaitan.HR. Al-Bukhari & Muslim.
7. Siapa yg berpuasa sehari semata-mata pada jalan Allah nescaya Allah menjauhkan wajahnya dari neraka jahannam selama 70 tahun.HR. Al-Nasa`ie.
8. Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan ihtisab, nescaya diampun baginya dosa yang terdahulu. HR. Ahmad, Al-Bukhari & Muslim.
9. Bau mulut seorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misik (minyak wangi paling harum di dunia). HR. Bukhari.
10. Makanlah waktu sahur. Sesungguhnya makan waktu sahur menyebabkan berkah. HR. Mutafaq’alaih.
11. Manusia tetap berkondisi baik selama mereka tidak menunda-nunda berbuka puasa. HR. Bukhari.
12. Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika berbuka mempunyai doa mustajab yang tidak ditolak. HR Ibn Majah dan al-Hakim.
13. Barangsiapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya. (HR. Bukhari)
14. Barangsiapa shalat malam pada malam Lailatul Qodar dengan keimanan dan harapan pahala dari Allah maka akan terampuni dosa-dosanya yang terdahulu. HR. Bukhari.
15. Mungkin hasil yang diraih seorang shaum (yang berpuasa) hanya lapar dan haus, dan mungkin hasil yang dicapai seorang yang shalat malam (Qiyamul lail) hanyalah berjaga. HR. Ahmad dan Al Hakim.
16. Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. HR. Tirmidzi.
17. Diam orang yang berpuasa merupakan tasbih, tidurnya merupakan ibadat, doanya mustajab dan amalannya digandakan. HR. Ibn Mandah.
18. Tidaklah termasuk kebajikan orang yang tetap berpuasa dalam perjalanan (musafir). HR. Bukhari.
19. Barangsiapa berbuka puasa sehari tanpa rukshah (alasan yang dibenarkan) atau sakit, maka tidak akan dapat ditebus (dosanya) dengan berpuasa seumur hidup meskipun dia melakukannya. HR. Bukhari dan Muslim.
20. Barangsiapa berpuasa Ramadhan (penuh) lalu diikuti dengan berpuasa enam hari dalam bulan Syawal maka dia seperti berpuasa seumur hidup. HR. Muslim.

Wednesday, 18 July 2012

Tentang Ramadhan yang Wajib Diketahui


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah, keluarganya, dan para sahabatnya.
Ramadhan memiliki kedudukan yang agung di mata kaum muslimin. Hati mereka merasa bahagia dan senang ketika Ramadhan akan datang. Semangat untuk berbuat baik dan melaksanakan ketaatan meningkat. Menggelora semangat dalam jiwanya yang diikuti badannya sehingga merasa ringan melaksakanan ketaatan dan meninggalkan kemungkaran.
Pastinya, perasaan ini akan dirasakan setiap muslim, selemah apapun imannya. Karena Ramadhan adalah bulan untuk melunakkan hati dan menentramkannya. Masa untuk saling tolong menolong dan bekerjasama dalam berbagai kebaikan dan ketaatan serta melaksanakan kebajikan-kebajikan. Pada bulan itu tergambar persatuan umat dalam beberapa aktifitas, seperti buka puasa bersama yang diadakan di rumah-rumah yang tidak biasa ditemukan di luar Ramadhan. Pemandangan serupa juga dapat ditemukan dalam pelaksanaan shalat Tarawih. Masjid-masjid dipenuhi jamaah saat shalat Shubuh yang tidak biasa ditemukan di luar Ramadhan pada zaman kita sekarang. Semua ini menjadi bukti nyata bahwa Ramadhan memiliki nilai dan kedudukan mulia di hati umat Islam.
Sesungguhnya penghormatan dan perhatian umat Islam terhadap Ramadhan tidaklah sama. Sebagiannya lebih atas yang lainnya sesuai dengan pengetahuan dan ilmu serta semangat mereka dalam menghidupkan bulan mulia ini. Karenanya, pada tulisan ini kami akan suguhkan beberapa perkara yang menerangkan tentang seluk beluk Ramadhan sehingga lebih berkesan di hati kita.
Sesungguhnya penghormatan dan perhatian umat Islam terhadap Ramadhan tidaklah sama.
Sebagiannya lebih atas yang lainnya sesuai dengan pengetahuan dan ilmu serta semangat mereka dalam menghidupkan bulan mulia ini.
Apa itu bulan Ramadhan?
Pertama, bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dari urutan 12 bulan yang di sisi Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi, juga sesuai urutan yang telah ditetapkan oleh Umar bin al-Khathab radliyallaahu 'anhu.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,” (QS. Al-Taubah: 36)
Kedua, bulan yang Allah pilih untuk menurunkan Al-Qur’an di dalamnya. Allah Ta’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنْ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
Ketiga, bulan di mana Allah mulai mengutus Nabi dan utusannya, Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam.
Keempat, bulan yang Allah jadikan darinya sampai Ramadhan berikutnya sebagai penghapus dosa di antara keduanya.
Imam Muslim telah membuat satu bab dalam kitab al-Thaharah, “Bab Shalat lima waktu, satu Jum’at ke Jum’at lainnya, satu Ramadhan ke Ramadhan laiannya sebagai penghapus (kesalahan) di antara keduanya, selama dosa besar dijauhi.” Di dalamnya, beliau menyebutkan hadits dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
(Antara) shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan, terdapat penghapus dosa-dosa, selama tidak melanggar dosa-dosa besar." (HR Muslim, no. 233)
Kelima, bulan yang apabila sudah masuk malam pertamanya terdapat banyak kebaikan. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab al-Shaum, dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ
Apabila telah datang Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibula.” (HR. Bukhari, no. 1898)
Dan dalam satu riwayat lain, masih dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ
"Jika telah datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu langit dan ditutuplah pintu-pintu Jahannam, serta dibelenggulah para syaithan." (Muttafaq ‘alaih)
Jika telah datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu langit dan ditutuplah pintu-pintu Jahannam, serta dibelenggulah para syaithan. (al-hadits)
Keenam, Bulan yang Allah jadikan sebagai solusi bagi pelaku pelaku dosa dan kesalahan, juga bagi pemburu surga dan derajat tinggi dalam beragama.
Imam Bukhari dalam kitab Al-Tauhid, dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, dan berpuasa Ramadhan, maka wajib bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga, baik dia berhijrah fi sabilillah atau duduk (tetap tinggal) di bumi kelahirannya.” Mereka bertanya, “Ya Rasulallah, bolehkah kami memberitahukan hal itu kepada manusia?” Beliau bersabda,
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ
Sesungguhnya di dalam surga itu ada 100 derajat (tempat) yang telah dipersiapkan oleh Allah untuk para mujahid di jalan Allah, antara dua derajat seluas langit dan bumi. Dan apabila kalian memohon kepada Allah maka mohonlah surga Firdaus, karena sungguh dia terletak di surga yang paling tengah dan paling tinggi, di atasnya adalah ‘Arsy Allah Yang Maha Pemurah dan dari situlah terpancarnya sungai-sungai di surga.” (HR. Al-Bukhari)
Dalam riwayat Muslim, Kitab Shalah al-Musafirin, dari Abu Hurairah, Rasulullah pernah bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Siapa yang berpuasa Ramadhan didasari iman dan hanya berharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaih)
Ketujuh, bulan yang Allah jadikan umrah di dalamnya seperti haji. Bukan itu saja, bahkan seperti haji bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Kitab Al-Hajj, dari ‘Atha berkata, Aku mendengar Ibnu Abbas radliyallaahu 'anhuma mengabarkan kepada kami, Rasulullah  shallallaahu 'alaihi wasallam pernah bersabda kepada seorang wanita dari Anshar (Ummu Sinan), “Apa yang menghalangimu untuk berhaji bersama kami? Lalu wanita tadi menyampaikan alasannya karena kendaraannya dipakai jihad fi sabilillah. Kemudian Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِي فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ
Apabila telah datang Ramadhan, berumrahlah. Karena umrah pada bulan Ramadhan (pahalanya seperti) haji.” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain, “Umrah di bulan Ramadhan menyamai haji.” (Muttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat lain lagi, “Karena sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan menjadi pengganti (dalam pahala-red) haji atau haji bersamaku.” (Muttafaq ‘alaih)
Sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, “Umrah di bulan Ramadhan menyamai haji” adalah dalam pahala, bukan pelaksanaannya menempati kedudukan haji yang bisa menggugurkan kewajiban haji berdasarkan ijma’ bahwa umrah belum cukup dan tidak bisa menggantikan kewajiban melaksanakan haji.
Ibnu al-Arabi berkata, “Haji tentang umrah ini adalah shahih dan merupakan karunia dan nikmat dari Allah. Dan umrah menyamai haji karena digabungkan dengan Ramadhan.”
Ibnu al-Jauzi berkata, “Di dalamnya, bahwa pahala amal akan bertambah dengan kemuliaan waktunya seperti bertambahnya pahala dengan kehadiran hati dan tujuan yang ikhlas.”
Umrah di bulan Ramadhan menyamai haji adalah dalam pahala, bukan pelaksanaannya menempati kedudukan haji yang bisa menggugurkan kewajiban haji . .
Kedelapan, Bulan yang di dalamnya Allah adakan satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan dalam urusan dien dan amal hamba yang shalih.
Allah Ta’ala berfirman,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar: 3)
Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitab Shalah al-Tarawih, dari Aisyah berkata, “Adalah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam apabila sudah masuk di sepuluh hari terakhir dari Ramadhan bersabda,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Dan dalam riwayat Muslim disebutkan pendapat Ubay bin Ka’b tentang keyakinannya bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke 27. Pada saat itu, Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk menghidupkannya. Beliau juga menyebutkan tanda-tandanya, yaitu pada pagi harinya langit terlihat putih terang, tidak ada cahaya matahari yang berserakan.
Kesembilan, bulan Ramadhan adalah bulan terbaik baik kaum mukminin dan menjadi bulan terburuk dirasakan kaum munafikin.
Kalau kita perhatikan, maka orang-orang mukmin melaksanakan beberapa amal kebaikan dan menyiapkan zakat hartanya untuk dia infakkan di bulan Ramadhan. Mereka menyiapkan keuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sekaligus menyiapkan juga untuk membantu fakir miskin. Mereka juga berlomba-lomba memberi santapan berbuka bagi shaimin.
Pada ringkasnya, bahwa bulan Ramadhan menjadi nikmat bagi orang mukmin dan bencana bagi orang fajir dan munafik. Wallahu a’lam.
Sebaliknya, orang-orang munafik, mereka menyiapkan tontonan-tontonan film, hiburan, dan berbagai permainan. Pada ringkasnya, bahwa bulan Ramadhan menjadi nikmat bagi orang mukmin dan bencana bagi orang fajir dan munafik. Wallahu a’lam. (PurWD/voa-islam.com)
Oleh: Badrul Tamam