Wednesday, 2 November 2016

Belum jadi save dulu

Pada awalnya, Allah Ta’ala menciptakan seorang manusia di muka bumi ini, yaitu Adam AS. Ketika itu Adam as berada di Syurga bersama Iblis. Namun, karena enggannya Iblis mengikuti perintah Allah swt untuk sujud kepada Adam as maka Allah swt usir salah satu jenis dari kalangan jin ini dari syurga. Tinggallah Nabi Adam AS sendirian di surga. Sebelum diciptakannya hawa.

berikut ini adalah ajaran islam tentang
kewajiban manusia sebagai makhluk sosial . Manusia selain sebagai makhluk individu juga merupakan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat lepas dari kehidupan sosial yang artinya tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya hubungan dengan orang yang lain. Oleh sebab itu, untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam hidupnya perlu adanya hubungan dengan masyarakat baik dalam skala sempit maupun dalam skala yang luas dalam pergaulan. Sebab pergaulan hidup dalam bermasyarakat adalah merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia.
Di dalam hidup bermasyarakat, perlu adanya pengenalan terhadap kewajiban-kewajiban sebagai anggota masyarakat, yaitu antara lain saling hormat-menghormati atas masing-masing haknya sehingga tidak merugikan ataupun merendahkan orang lain, baik berupa perkataan maupun perbuatan serta tingkah laku yang lainnya.
Dalam hal pergaulan hidup bermasyarakat, Islam banyak sekali memberikan petunjuk, tuntunan, bimbingan dalam menciptakan suasana kehidupan yang aman, tentram, bahagia, damai dan sejahtera. Untuk ini antara lain Islam melarang adanya perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan kerugian baik bagi dirinya sendiri, lebih-lebih bagi kerugian orang lain.
Sabda Nabi Muhammad saw . :
Artinya : Tidak boleh mendatangkan kerugian (bagi yang lain) dan tidak boleh membuat kerugian (bagi dirinya sendiri). (HR. Ibnu Majah).
Pada dasarnya, kewajiban manusia sebagai makhluk sosial adalah sebagai berikut :
1. Menghilangkan gangguan-gangguan pada diri sendiri.
Setiap individu manusia hendaknya selalu berusaha agar tidak suka untuk melakukan fitnah, berdusta, menghinakan dan merendahkan orang lain. Selain itu, harus berusaha agar jangan sampai berbuat yang merugikan orang lain. Suatu contoh misalnya : merusak tanaman, membunuh atau melukai binatang peliharaan tanpa alasan dan sebab, mengambil barang milik orang lain dengan jalan yang tidak sah dan benar .
2. Berlaku baik terhadap orang lain.
Setiap orang islam harus berusaha agar dapat berbuat baik pada orang lain, sekalipun orang itu buruk perangai atau sikapnya.
Dalam dalil hadits Nabi dijelaskan :
ﺍﻥّ ﻣﻦ ﺷﺮﺍﻟﻨّﺎﺱ ﻣﻦ ﺑﺘﺮﻛﻪ ﺍﻟﻨّﺎﺱ ﺍﺗﻘﺎﺀ ﻓﺤﺸﻪ . ﺭﻭﺍﻩ ﺑﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ
Artinya : Sesungguhnya di atara seburuk-buruk manusia ialah orang yang ditinggalkan orang lain karena kejahatannya, (HR. Bukhari-Muslim)

APA TUJUAN dan TUGAS HIDUP MANUSIA DI BUMI INI

Setiap manusia haruslah mengetahui siapa dirinya, kenapa dia dilahirkan, dan apa tujuan dan tugas2 hidupnya, berapa lama dia bisa hidup di dunia ini, dan kemana dia pergi setelah meninggalkan dunia ini?

Kalau manusia tidak bisa menjawab dengan benar, maka hidupnya seperti manusia yang hidup di hutan2 yang menutup auratnya dengan daun daunan. Mereka tidak berilmu.
Mereka tidak tahu tujuan&TUGAS hidupnya. Mereka menjalankan hidup seperti binatang saja yaitu kawin, beranak, dan kalau sudah dewasa anak di kawinkan lagi demikian seturusnya dan terakhir meninggal dunia.

Menurut Asher & Parker dalam Andi Mappiere (1982), penerimaan sosial adalah suatu keadaan dimana individu itu disukai dan diterima oleh teman lain didalam lingkungan, dan setiap individu diterima oleh individu lain secara penuh dan penerimaan semacam ini akan menimbulakan perasaan aman.
Andi Mappiere (1982) menjabarkan seseorang diterima di dalam lingkungannya dipersepsikan menampilkan sikap-sikap sebagi berikut :
a. Menghargai secara keseluruhan apa yang ada di dalam diri individu tanpa syarat, pendapat atau penilaian. Lingkungan yang dimiliki individu atau dengan kata lain keadaan individu diterima sepenuhnya.
b. Memandang sebagai orang yang berharga tanpa memandang latar belakang atau keadaan individu.
c. Tidak memandang rendah. Lingkungan sosial percaya bahwa individu memiliki keyakinan atas kemampuan atau potensi yang ada pada dirinya.
d. Individu yang diterima tidak mendapatkan tekanan atau memiliki kebebasan. Dengan kata lain individu akan merasakan bahwa lingkungannya memberikan suatu independensi (mandiri).
Sedangkan menurut Hurlock (1997) seseorang yang diterima oleh kelompok sosialnya akan menunjukan karakteristik sebagai berikut :
a. Merasa aman juga berada ditengah-tengah lingkungan. Individu akan merasa nyaman ketika berada dilingkungan.
b. Dengan merasa diterima. Individu akan mendapatkan indentitas diri dan mempunyai harga diri.
c. Akan merasa bebas. Dalam arti individu tidak merasa tertekan dan yakin bahwa kelompok menerima keadaanya.
d. Akan lebih sering terlibat dan bergaul dengan lingkungan. Dalam arti individu akan lebih terbuka tentang keberadaannya, karena lingkungan dapat menerima keadaan individu.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Sosial
a. Ciri Kepribadian
Tidak ada seorangpun yang mempunyai kepribadian yang sepenuhnya positif disukai dan tidak adanya segi negatif. Penerimaan sosial terjadi dari penilaian seseorang terhadap orang lain pada kepribadiannya secara utuh. Biasanya seseorang dapat diterima secara sosial karena ada karakter kepribadian yang menarik dan ini akan mengimbangi karakter lainnya yang kurang baik.
b. Ciri Non Kepribadian
Kesan pertama seseorang ikut menentukan sejauh mana ia dapat diterima oleh lingkungan sosialnya. Jika seseorang menunjukkan sikap positif maka ia akan menerima suatu kelompok. Namun jika seseorang pada saat pertama sudah negatif maka ia akan menolak suatu kelompok.
Sedangkan W.A. Gerungan (1996) menyebutkan beberapa faktor yang mendasari seseorang diterima oleh orang lain yaitu :
a. Faktor Sugesti . Sugesti disini adalah keadaan individu atau kelompok, baik datangnya dari diri sendiri maupun orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya daya tarik. Sugesti merupakan suatu proses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa keritik terlebih dahulu, dan dikatakan pula seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya yang lalu diterima oleh orang lain di luarnya.
b. Faktor Simpati. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logis, melainkan berdasarkan penlilaian perasaan, bahkan orang dapat tiba-tiba merasa dirinya tertarik kepada orang lain seakan-akan dengan sendirinya, dan tertariknya itu bukan karena salah satu ciri tertentu, melainkan karena keseluruhan cara-cara bertingkah laku orang tersebut.

Intinya hidup tenang damai dan nyamman itu dimulai dari diri sendiri. Dari bagaimana sikap kita terhadap orang lain, seperti itu juga yang akan orang lain perbuat pada kita,

ABK / anak berkebutuhan khusus. meski anak berkebutuhan khusus berbeda dari segi fisik, dari segi intelegensia, rohani, mental, dan prestasi bisa lebih tinggi dibandingkan anak normal, terutama jika mendapatkan penanganan khusus.

anak golongan istimewa seperti ABK itu bukan produk gagal dari Tuhan.
(Abk sukses foto dan video)

Tuhan menciptakan makhluk pasti memiliki manfaat bagi kehidupan di dunia.

No comments:

Post a Comment