Wednesday, 13 January 2016

Ternyata Peribahasa Yang Selama ini Kita Kenal Berasal dari Al-Qur'an dan Hadist

-tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah
Ini adalah Hadits, Rasulullah shallallahu
‘alahi wa sallam bersabda,
ﺍﻟْﻴَﺪُ ﺍﻟْﻌُﻠْﻴَﺎ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻴَﺪِ ﺍﻟﺴُّﻔْﻠَﻰ
“Tangan yang di atas lebih baik dibanding
tangan yang di bawah” [1]
-tidak terjatuh dilubang yang sama
Atau “Hanya keledai yang jatuh ke lubang
yang sama dua kali”
Semakna dengan hadits. Rasulullah
shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda
ﻻَ ﻳُﻠْﺪَﻍُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﻣِﻦْ ﺟُﺤْﺮٍ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻣَﺮَّﺗَﻴْﻦِ
“Seorang yang beriman tidak terperosok di
satu lubang yang sama dua kali”[2] .
-setelah kesulitan ada kemudahan
Semakna dengan Ayat. Allah Ta’ala
berfirman,
ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ ‏(5 ‏) ﺇِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ ‏(6‏)
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu
ada kemudahan, sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan. ” (Asy Syarh:
5-6).
-menghormati yang besar dan menyayangi
yang kecil
Semakna dengan hadits. Rasulullah
shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda
ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺮْﺣَﻢْ ﺻَﻐِﻴْﺮَﻧَﺎ ﻭَﻳَﻌْﺮِﻑْ ﺷَﺮَﻑَ ﻛَﺒِﻴْﺮِﻧَﺎ
“Bukan termasuk golonganku, orang yang
tidak sayang kepada yang kecil dan tidak
mengenal kedudukan orang yang besar.” [3]
– Bagai menegakkan benang basah
Atau “mencari jarum dalam jerami” artinya
sesuatu yang tidak mungkin, maka ini juga
ada ungkapannya dalam ayat yaitu fiman
Allah ta’ala ,
} ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻠِﺞَ ﺍﻟْﺠَﻤَﻞُ ﻓِﻲ ﺳَﻢِّ
ﺍﻟْﺨِﻴَﺎﻁِ { ‏[ﺍﻷﻋﺮﺍﻑ: 40‏]
“Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka
pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka
masuk surga, hingga unta masuk ke lubang
jarum. “ [Al-A’raaf:40]
-yang sedang-sedang saja
Atau papatah “Sebaik-baik perkara itu adalah
pertengahanya”. Ini memang bukan hadits
yang benar akan tetapi statusnya adalah
“mauquf” . Yaitu perkataan para sahabat. Dan
tentu para sahabat gurunya adalah Rasulullah
shallallahu ‘alahi wa sallam. Dan ada dalil-
dalil bahwa ajaran Islam memang
pertengahan tidak ektrim dan tidak
meremehkan.
Hadits mauquuf adalah,
ﺧﻴﺮ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﺃﻭﺳﻄﻬﺎ
“Sebaik-baik perkara itu adalah
pertengahannya” [4]
-long life learner (belajar seumur hidup)
Maka ini juga sudah ada dalam ajaran Islam.
Sebagaimana perkataan Imam Ahmad
rahimahullah yang terkenal,
ﻣﻊ ﺍﻟﻤﺤﺒﺮﺓ، ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻘﺒﺮﺓ
“ma’al mahbarah ilal maqbarah”
“Bersama tempat tinta hingga ke kuburan” [5]
-seperti pohon yang tidak bebuah
Ini adalah perkataan ulama dan temasuk
ajaran islam jika meninjau dalil-dalil yang
lain. Al-Khathib al-Baghdadi rahimahullah
nberkata,
ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﺷَﺠَﺮَﺓٌ ﻭَﺍﻟْﻌَﻤَﻞَ ﺛَﻤَﺮَﺓٌ، ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﻳُﻌَﺪُّ ﻋَﺎﻟِﻤًﺎ
ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﺑِﻌِﻠْﻤِﻪِ ﻋَﺎﻣِﻞًﺍ
“Sesungguhnya ilmu adalah pohon dan amal
adalah buahnya. Seseorang tidak akan
dianggap alim bila tidak mengamalkan
ilmunya.” [6]

No comments:

Post a Comment