Sunday, 17 January 2016

Jika Air di Bacakan Al-Qur'an

Air dapat merespon lingkungan sekitarnya,
pernahkah anda mendengar tentang hal
tersebut? Penelitian mengenai air telah
dilakukan oleh Dr. Masaru Emoto dan
Kazuya Ishibashi beberapa tahun lalu.
Penelitian tersebut dilakukan dengan
mengambil foto kristal air menggunakan
respon kata-kata, gambar, serta suara.Foto
kristal air ini didapat dengan cara
membekukan air pada suhu – 25 derajat
celcius dan difoto dengan camera
berkecepatan tinggi. Hasilnya air ternyata
mampu merespon kata-kata, gambar serta
musik baik secara positif ataupun negatif.
Air mengenali kata tidak hanya sebagai
sebuah desain sederhana, tetapi air dapat
memahami makna kata tersebut. Ketika air
menyadari bahwa kata yang diterima
membawa informasi yang baik maka air
akan membentuk kristal yang sangat indah
(seperti bunga merekah). Sebaliknya, jika
kata-kata negatif yang diterima akan
menghasilkan pecahan kristal dengan
ukuran yang tidak seimbang.
Ada sebuah kisah lain mengenai air dan
indahnya bacaan Al-Qur’an. Suatu hari
seorang ustadz dan peziarah mengunjungi
sebuah seminar mengenai air yang
diadakan oleh Dr. Masaru Emoto di sebuah
hotel bintang lima. Peserta seminar itu
kebanyakan non muslim. Pada sesi pertama
diperlihatkan gambar sampel-sampel air
dari berbagai sumber air. Kemudian
terdapat sebuah foto dengan bentuk molekul
yang sangat cantik. Foto tersebut ternyata
diambil dari air zam-zam.
Pada suatu sesi hadirin yang ada diminta
untuk membacakan sesuatu ke dalam air
mineral masing-masing, dan salah seorang
diminta untuk menguji sendiri bentuk
molekul air yang telah diberi bacaan
tersebut. Pada layar monitor tampak
molekul-molekul air tersebut membentuk
rupa seolah-olah engkong Cina yang
memiliki janggut panjang dengan perut
yang buncit. Ketika giliran Ustadz, air
tersebut dibacakan surat Al-fatihah,
Salawat dan Ayat Kursi. Maka nampaklah
bentuk molekul air seperti berlian, bersinar
dan berkilau-kilau. Sangat cantik.
.
Hasil penelitian ini kembali membuka
pikiran kita mengenai kebenaranayat dalam
Al-Qur’an. “Dan kami ciptakan dari air
segala sesuatu yang hidup…” (Q.S Al
Anbiya (21) :30) . Al-Quran merupakan doa
dan untaian kata-kata terindah yang
pernah semesta terima. Dapat dilihat dari
foto kristal air di atas, pola yang sangat
indah terbentuk setelah air diberi doa atau
dibacakan Al-Qur’an.
Apa hubungan penelitian tersebut dengan
kecerdasan otak manusia?
Otak merupakan pusat sistem syaraf
manusia yang memiliki volume sekitar
1.350cc dan terdiri atas 100 juta selsyaraf
atau neuron. Setiap sel syaraf tersebut
terdiri atas berjuta-juta sel kecil yang
mengandung elemen utama yang disebut
protoplasma. Protoplasma tersebut
mengandung air sekitar 75%-80%.Membaca
Al-Qur’an merupakan kegiatan terbaik yang
akan memerikan informasi positif pada air
yang ada dalam protoplasma dalam otak
kita. Otak merupakan pusat dari semua
kendali emosi seseorang. Bentuk molekul
air yang baik (seimbang) akan berpengaruh
baik untuk keadaan psikologi/emosi
seseorang sehingga akan
meningkatkankekebalan tubuh terhadap
penyakitdanproduktifitas kerja otak.
Penelitian lain mengenai kehebatan bacaan
Al-Qur’andilakukan oleh Dr. Al Qadhi di
Klinik Besar Florida, Amerika Serikat.
Beliau melakukan penelitian melalui
deteksi tekanan darah, detak jantung,
ketahanan otot, dan ketahanan kulit pada
seseorang yang telah mendengarkan bacaan
Al-Qur’an. Dari hasil uji coba bacaan Al-
Qur’an berpengaruh hingga 97% terhadap
ketenangan jiwa dan penyembuhan
penyakit.
Penelitian tersebut diperkuat oleh
Muhammad Salim yang kemudian
dipublikasikan oleh Universitas Boston.
Objek penelitiannya terhadap 5 orang
sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2
wanita. Kelima orang tersebut sama sekali
tidak mengerti bahasa Arab.Penelitian ini
terbagi menjadi dua sesi, yakni
membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan
membacakan bahasa Arab yang bukan dari
Al-Qur’an. Kesimpulannya, mereka
mendapatkan ketenangan sampai 65%
ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan
mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika
mendengarkan bahasa Arab yang bukan
dari Al-Qur’an.
Penelitian yang sama juga membuktikan
bahwa  membaca Al-Qur’an selepas sholat
maghrib dan subuh mampu meningkatkan
kecerdasan otak hingga 80 %. Hal ini
disebabkan pada kedua waktu tersebut otak
masih dalam keadaan fresh karena ada
pergantian waktu dari terang ke gelap dan
dari gelap ke terang.
Dari uraian pemelitian tersebut terdapat
korelasi antara hasil penelitian Dr. Masaru
Emoto tentang air dan beberapa penelitian
mengenai kehebatan bacaan Al-Qur’an. Al-
Qur’an merupakan bacaan terbaik yang
mengandung pesan positif yangakan
merubah bentuk molekul air dalam tubuh
maupun otak menjadi bentuk yang sangat
indah (seimbang). Hal tersebut memberikan
pengaruh baik dalam hal psikologi maupun
fisiologi bagi yang membaca maupun
yang mendengarkannya (karena otak
merupakan pusat syaraf dan emosi yang
terdiri dari 75% air).Sehingga otak dapat
melakukan kerja secara maksimal dan akan
berpengaruh pada peningkatan kecerdasan
seseorang.
“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an,
simaklah dengan baik dan perhatikanlah
dengan tenang agar kamu mendapat
rahmat” (Q.S.Al-A’raf: 204)
Telah banyak penelitian dilakukan oleh
para pakar di seluruh penjuru dunia yang
memberikan bukti-bukti kebenaran isi ayat
dalam Al-Qur’an. Penelitian yang telah
dipaparkan di atas hanya sebagian kecil
dari banyak penelitian lain yang berujung
pada ayat-ayat Allah.

1 comment:

  1. bagus gan blognya menambah wawasan baru thanks...

    ReplyDelete