Monday, 7 December 2015

Skizofrenia (Part2)



PENYULIT
Dapat terjadi:
Bunuh diri
Membunuh orang lain
Menelantarkan diri.
PENATALAKSANAAN
-Dasar pengobatan di sini adalah holistik, yaitu:
1.Somatoterapi:
        -Perbaiki keadaan umum.
                    -Pemberian antipsikosis
                    -Terapi Elektrokonvulsi kalau perlu (gaduh-gelisah atau stupor yang berat).
2.Psikoterapi:
                      Bertujuan untuk memperkuat fungsi ego dengan cara psikoterapi agar pasien bisa bersosialisasi.
3.Manipulasi lingkungan dilakukan agar lingkungan dapat:
memahami dan menerima keadaan pasien.
membimbing dalam kehidupan sehari-hari,
memberi kesibukan atau peker­jaan untuk pasien.
mengawasi minum obat secara teratur dalam jangka waktu lama dan mem­bawa pasien untuk pemeriksaan ulang.
Kesembuhan pasien skizofrenia dapat berupa:
1.Kesembuhan total (total recovery): mungkin sembuh seterusnya, mungkin kambuh 1-2 kali.
2.Kesembuhan sosial (social recovery).
3.Keadaan kronis yang stabil (stable chronicity).
PROGNOSIS
Secara umum prognosis skizofrenia tergantung pada:
                1.Usia pertama kali timbul (onset): makin muda makin buruk.
                2.Mula timbulnya akut atau kronik: bila akut lebih baik.
                3.Tipe skizofrenia: episode skizofrenia akut dan katatonik lebih baik.
                4.Cepat, tepat serta teraturnya pengobatan yang didapat.
                5.Ada atau tidaknya faktor pencetus: jika ada lebih baik.
                6.Ada atau tidaknya faktor keturunan: jika ada lebih jelek.
                7.Kepribadian prepsikotik: jika introvert lebih jelek.
                8.Keadaan sosial ekonomi: bila rendah lebih jelek.

No comments:

Post a Comment