Sunday, 6 December 2015

Skizofrenia (Part1)




B ATASAN
Sampai saat ini batasan konsep skizofrenia yang dapat diterima oleh semua ahli belum ada.
   sekelompok gangguan psikosis fungsional dengan gejala terpecahnya unsur-unsur kepribadian (proses berpikir,emosi, kemauan dan psikomotor) yang mulai timbul pada usia kurang dari 45 tahun.
ETILOGI
Penyebab gangguan skizofrenia belum diketahui dengan pasti. Ada beberapa teori  penyebab:
1.Teori  Somatogenik:
1. Keturunan: diturunkan melalui gen yang resesif.
2.Endokrin: sering timbulnya skizofrenia pada waktu pubertas, kehamilan .
3.Metabolisme: mungkin disebabkan oleh kesalahan metabolisme (inborn error of metabolism).
4. Susunan saraf pusat: diduga ada kelainan susunan saraf pusat yang dapat menyebabkan gangguan neurotransmitter.
2.Teori Psikogenik:
Adolf Meyer: suatu maladaptasi.
Sigmund Freud: adanya kelemahan ego.
      E. Bleuler: adanya jiwa yang terpecah belah atau   disharmoni.
      Stres psikologik:
                      persaingan antara saudara kandung
                      hubungan yang kurang baik dalam keluarga, pekerjaan dan masyarakat.
3.Teori Sosiogenik:
           keadaan sosial ekonomi
            pengaruh keagamaan dan nilai-nilai moral.
Akhirnya muncul teori yang menganggap bahwa skizofrenia dapat disebabkan oleh bermacam-macam sebab, meliputi ketiga teori di atas (pandangan holistik).
GEJALA KLINIK
Gejala-gejala khas yang meliputi berbagai hal psikologis terdiri dari beberapa aspek, yaitu:
-Isi pikiran: gangguan utama pada isi pikiran ialah waham yang sering kali majemuk, terpecah atau aneh, misalnya berupa waham kejar dan waham yang menyangkut dirinya (delusion of reference).
-Bentuk pikiran: adanya gangguan pikiran formal, berbentuk sebagai asosiasi longgar, inkoherensi, kemiskinan pembicaraan dan lain-lain.
-Persepsi: gangguan utama adalah berbagai jenis halusinasi, tetapi yang paling sering adalah halusinasi dengar.
-Afek: sering kali berupa afek yang datar atau tidak serasi.
-Rasa kesadaran diri: sering bermanifestasi sebagai rasa perpleksitas (hilang akal) yang parah tentang identitas dirinya dan makna eksistensinya.
-Dorongan kehendak ("volition"): gangguannya dapat berupa minat atau do­rongan yang tak adekuat.
-Hubungan dengan dunia luar: sering terjadi kecenderungan untuk menarik diri dari dunia luar, berpreokupasi pada ide dan fantasi yang egosentrik dan apabila keadaannya parah, maka jatuh ke dalam keadaan autisme.
Tingkah laku psikomotor:
gangguan tingkah laku psikomotor bisa beraneka ragam, dapat berupa berkurangnya gerakan dan aktivitas spontan atau dapat pula berupa gerakan motorik yang berlebihan.
Gambaran penyerta:
hampir semua gejala dapat timbul sebagai gambaran penyerta, misalnya: individu tampak kehilangan akal (perplexed), berpakaian atau berdandan eksentrik, aktivitas motorik yang tidak wajar, afek yang tidak me­nyenangkan, depersonalisasi, derealisasi dan gagasan yang mirip waham yang menyangkut dirinya.
CARA PEMERIKSAAN
    Anamnesis:
Auto anamnesis dan heteroanamnesis:
Dari sini didapatkan gejala penyakit dan perjalanan penyakit.
    Pemeriksaan:
Somatik: interne, saraf, laboratorium.
Psikiatrik; termasuk evaluasi psikologik.
Kunjungan rumah/tempat kerja/sekolah:
Digunakan untuk memperoleh data tambahan guna membantu menegakkan diagnosis.
DIAGNOSIS BANDING
                -GMO/SOO
                -Gangguan afektif berat
                -Gangguan obsesif kompulsif
                -Retardasi mental.

No comments:

Post a Comment