Tuesday, 8 December 2015

SISTEM KARDIOVASKULER


Sistema peredaran terdiri atas jantung, pembuluh darah dan saluran limfe
Jantung merupakan organ pemompa yang besar yang memelihara peredaran melalui seluruh tubuh.
Arteri membawa darah dari jantung,
Vena membawa darah ke jantung,


Kapiler menggabungkan arteri dan vena, terentang di antaranya dan merupakan jalan lalu lintas antara makanan dan bahan buangan. Di sini juga terjadi pertukaran gas dalam cairan extraseluler atau interstisiil.
Saluran limfe mengumpulkan, menyaring, dan menyalurkan kembali ke dalam darah limfenya yang dikeluarkan melalui dinding kapiler halus untuk membersihkan jaringan. Saluran limfe ini juga dapat dianggap menjadi bagian dari sistema peredaran

JANTUNG

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram.

Kecepatan normal denyut nadi (jumlah debaran setiap menit) Pada bayi yang baru lahir 140 Pada umur 5 tahun 96-100
Selama tahun pertama 120 Pada umur 10 tahun 80-90
Selama tahun kedua 110 Pada orang dewasa 60-80

Daya pompa jantung. Pada orang yang sedang istirahat jantungnya ber debar sekitar 70 kali semenit dan memompa 70 ml setiap denyut (volume denyutan adalah 70 ml). Jumlah darah yang setiap menit dipompa dengan demikian adalah 70 x 70 ml atau sekitar 5 liter.

Sewaktu banyak bergerak kecepatan jantung dapat menjadi 150 setiap menit dan volume denyut lebih dari 150 ml, yang membuat daya pompa jantung 20 sampai 25 liter setiap menit.

SIRKULASI DARAH

Jantung adalah organ utama sirkulasi darah. Aliran darah dari ventrikel kiri melalui arteri, arteriola dan kapiler kembali ke atrium kanan melalui vena disebut peredaran darah besar atau sirkulasi sistemik. Aliran dari ventrikel kanan, melalui paru-paru, ke atrium kiri adalah peredaran kecil atau sirkulasi pulmonal.

Peredaran darah besar. Darah meninggalkan ventrikel kiri jantung melalui aorta, yaitu arteri terbesar dalam tubuh. Aorta ini bercabang menjadi arteri lebih kecil yang mengantarkan darah ke berbagai bagian tubuh.

Peredaran darah kecil (sirkulasi pulmonal). Darah dari vena tadi kemudian masuk ke dalam ventrikel kanan yang berkontraksi dan memompanya ke dalam arteri pulmonalis. Arteri ini bercabang dua untuk mengantarkan darahnya ke paru-paru kanan dan kiri. Darah tidak sukar memasuki pembuluh-pembuluh darah yang mengaliri paru-paru. Di dalam paru-paru setiap arteri membelah menjadi arteriola dan akhirnya menjadi kapiler pulmonal yang mengitari alveoli di dalam jaringan paru-paru untuk memungut oksigen dan melepaskan karbon dioksida

Perikarditis adalah peradangan selaput pembungkus jantung dan kantong tempat jantung berada. Selaput yang meradang ini dapat mengeluarkan cairan yang berkumpul menjadi pembengkakan perikardial yang menyukarkan gerakan jantung dan mungkin menghendaki penyedotan. Sesudah tahap akut berlalu, perikardium bisa menjadi tebal dan kaku, yang menghambat gerakan jantung. Dan bila terjadi maka hal ini disebut perikarditis konstriktif.

Endokarditis. Endokardium adalah membran yang menyelaputi bagian dalam jantung. Membran ini bisa terkena peradangan, khususnya berhubung dengan demam rematik. Keadaan ini sangat umum mempengaruhi katup mitrai pada anak-anak. Peradangannya berakibat meninggalkan bekas parut yang biasanya menyebabkan penyempitan lubang katup dan menghasilkan stenosis katup mitrai. Akan tetapi kalau pada katup itu terdapat kerusakan sehingga tidak dapat menutup penuh maka akibat itu disebut inkompetensi (ketidakmampuan) katup. Dalam beberapa hal terdapat penyakit "katup mitrai campuran", yaitu baik stenosis maupun inkompentensi dijumpai bersama-sama. Kerusakan serupa bisa juga terjadi pada katup aorta.

Sinkop berarti kehilangan kesadaran dengan tiba-tiba disebabkan anoxia pada otak akibat iskhemia serebral. Hal ini dapat disebabkan oleh desakan darah yang turun dengan tiba-tiba (pingsan biasa) atau akibat penyakit jantung itu sendiri.

Top of Form

No comments:

Post a Comment