Monday, 7 December 2015

Retardasi Mental (Part2)



DIAGNOSIS BANDING
  1. Kelainan sensorik terutama buta dan tuli.
  1. Gangguan perkembangan spesifik (kelambatan satu aspek perkembangan) : gangguan perkembangan bicara,  agrafia
  1. Gangguan perkembangan pervasif (penyimpangan perkembangan): autisme in-fantil, skizofrenia yang timbul pada masa anak.
  1. Penyakit fisik yang kronis.
5.  Kesulitan belajar (diagnosis banding untuk jenis retardasi mental yang ringan).
PENYULIT
Ketidakmampuan untuk berfungsi secara mandiri menyebabkan pasien membutuhkan pengawasan dan bantuan keuangan yang terus-menerus.
PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN
Pencegahan dan penatalaksanaan retardasi mental yang terbaik terdiri dari:
1. Pencegahan primer:
Usaha untuk menghilangkan atau mengurangi faktor atau kondisi yang dapat menimbulkan gangguan yang berhubungan dengan retardasi mental, meliputi:
-              pendidikan kesehatan pada masyarakat
-              perbaikan sosial ekonomi
-              konseling genetik dan tindakan kedokteran, misalnya perawatan prenatal yang baik, pertolongan persalinan yang baik, membatasi kehamilan pada wanita remaja dan di atas umur 40 tahun, pencegahan radang otak pada anak-anak dan sebagainya.
  1. Pencegahan sekunder:
Mengobati kondisi atau gangguan fisik yang berhubungan dengan retardasi mental sedini mungkin untuk memperpendek perjalanan penyakit, misalnya pengobatan dini keradangan otak, perdarahan subdural, kraniostenosis dan sebagainya.
3.            Pencegahan tersier:
Usaha untuk memperkecil sekuele atau cacat lebih lanjut, meliputi antara lain:
-              Pendidikan pasien atau latihan khusus, disalurkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) yang sesuai.
-              Bagi yang gelisah, hiperaktif atau destruktif dapat diberi neuroleptika, stimu-lansia atau tranquilaiser.
-              Bila ada gejala kejang, diberi obat antikejang.
-              Konseling untuk orang tua.

No comments:

Post a Comment