Sunday, 6 December 2015

RETARDASI MENTAL (Part1)




Retardasi mental adalah suatu sindrom  tingkah laku. yang ditandai oleh:
(1)    fungsi intelektual umum di bawah rata-rata yang cukup bermakna,
(2)    yang mengakibatkan atau berhubungan dengan kekurangan atau hendaya dalam perilaku adaptif,
(3)     timbul sebelum usia 18 tahun.
retardasi mental dibagi menjadi 4 subtipe:
-Retardasi mental ringan (I.Q. 50 - 70 )
-Retardasi mental sedang (I.Q.35 - 49 )
-Retardasi mental berat (I.Q. 20 – 34 )
-Retardasi mental sangat berat (<20 )
ETIOLOGI
  1. Faktor biologik:
a .Kelainan kromosom:Sindrom Down (trisomi kromosom 21).
b. Kelainan metabolik: Fenilketonuria (metabolisme asam amino)
c. Gangguan prenatal: infeksi ibu waktu hamil (rubella, sifilis, parotitis epidemika, infeksi virus sitomegali dan sebagainya).
d. Gangguan perinatal atau postnatal: trauma kepala (karena kelahiran atau kecelakaan), infeksi (meningitis, ensefalitis, septisemia), tumor intrakranial, malnutrisi.
2.Faktor psikososial:
Deprivasi psikososial (kurangnya stimulasi sosial, bahasa, intelektual) dapat
terjadi pada keadaan-keadaan:
a.            Kehidupan keluarga yang tidak harmonis.
b.            Sering berpindah-pindah tempat tinggal.
c.             Sering berganti pengasuh disertai pengasuhan yang tidak adekuat.
d.            Tingkat pendidikan orang tua yang rendah.
e.            Orang tua sakit-sakitan, termasuk sakitjiwa (skizofrenia, gangguan afektif).
f.             Salah satu orang tua atau saudaranya juga menderita retardasi mental ringan.
GEJALA KLINIK
Tergantung pada tingkat retardasi mental, namun gejala umumnya adalah:
-              I.Q.\70 (didapat melalui test inteligensi).
-              Adanya hendaya dalam perilaku adaptif (perilaku adaptif adalah efektivitas seseorang untuk memenuhi standar berdikari atau mandiri serta tanggung jawab sosial, sesuai dengan apa yang diharapkan dari umur dan kelompok budayanya).
-              Timbul sebelum usia 18 tahun.
-              Gejala-gejala penyerta seperti : iritabilitas, agresivitas, mengambek, gerakan-gerakan stereotipik, gangguan neurologik (gangguan muskuler, pendengaran, penglihatan atau kejang-kejang) terutama terdapat pada retardasi mental yang berat.
CARA PEMERIKSAAN
1.            Anamnesis:
-              Riwayat kehamilan dan persalinan ibu.
-              Riwayat perkembangan anak.
-              Adanya penyakit keturunan atau penyakit lain yang pernah didapat.
-              Adanya hubungan darah antara kedua orang tuanya.
-                           Latar belakang sosiokultural.
2.            Pemeriksaan fisik:
-              Sering didapatkan hubungan antara retardasi mental dengan bentuk tubuh, misalnya     mikrosefalus, sindrom Down, warna dan bentuk dari kulit dan rambut, ukuran glandula tiroid.
-              Memeriksa adanya gangguan pendengaran, penglihatan dan sebagainya.
-          Pemeriksaan neurologik : E.E.G., foto tengkorak (terutama pada kraniosi-nostosis, hidrosefalus, toksoplasmosis, hipoparatiroidisme dan lain-lain), CT Scan (bila perlu).
3.            Pemeriksaan laboratorium:
-              Pemeriksaan darah dan urine untuk kelainan metabolisme.
-              Pemeriksaan enzimatik untuk kelainan kromosom atau metabolisme.
-                           Pemeriksaan biomedik untuk mengetahui kelainan kromosom.
4.            Pemeriksaan psikologik:
-              Evaluasi psikologik diperlukan untuk menilai kemampuan persepsi, motorik, linguistik dan kognitif.

No comments:

Post a Comment