Sunday, 6 December 2015

PEMERIKSAN FUNGSI KOGNITIF (Part1)




Fungsi kognitif
merupakan aktivitas mental secara sadar seperti berpikir, mengingat, belajar, dan menggunakan bahasa.
Fungsi kognitif juga merupakan kemampuan atensi, memori, pertimbangan, pemecahan masalah, serta kemampuan eksekutif seperti merencanakan, menilai, mengawasi, dan melakukan evaluasi.
Evaluasi status mental
merupakan penilaian
fungsi
kognitif dan emosi yang
sistematis.
Pada pemeriksaan mental diperiksa :
1.            Tingkat kesadaran
2.            Atensi
3.            Orientasi
4.            Berbahasa
5.            Memori
6.            Pengetahuan umum
7.            Berhitung
8.            Abstraksi
9.            Gnosis
10.          Praksia
11.          Respon emosional
Atensi (Pemusataan Perhatian)
Atensi merupakan kemampuan untuk memfokuskan perhatian pada masalah yang dihadapi.
Konsentrasi merupakan kemampuan untuk mempertahankan fokus tersebut.
Atensi memungkinkan seseorang untuk memborbardir otak yang dianggap perlu dan membutuhkan pemprosesan lebih lanjut, dari hal-hal yang perlu diabaikan (FOKUS)
Pemeriksaan
• Tes mengulang angka
mengulangi sebaris angka yang dipilih secara acak; dimulai dengan tiga angka, kemudian ditingkatkan sampai terdapat kesalahan, atau sampai dapat mengulangi tujuh angka.
Waktu untuk  satu angka satu detik..
Contoh: 2-5-9, 1-4-6-7, dst. Orang dewasa normal dapat mengulangi
sampai 6 atau 7 angka.
Bila orang yang normal tidak mampu mengulangi lebih dari 5 angka, perhatiannya kurang
• Tes mengetuk Jari
Kita sebutkan serangkaian angka misalnya 1-12-4-7-9-10-6-2-0-4.
Pasien diminta mengetukan jarinya ke meja bila ia mendengar angka tertentu, misalnya 4. Angka disebutkan satu angka per detik.
Dapat pula digunakan huruf.
Orientasi
Orientasi yang perlu dinilai adalah terhadap individu, waktu, dan tempat.
Memori
Memori menghubungkan masa lalu dan masa kini.
Gangguan memori merupakan keluhan yang sering dijumpai pada pasien dengan sindrom mentalorganik.
Namun tidak semua disebabkan gangguan organik, faktor psikiatrik, terutama depresi dan ansietas dapat juga mempengaruhi fungsi memori dan kognitif.
Proses memori terdiri dari beberapa tahapan. Pertama-tama informasi diterima oleh modalitas sensorik kuhsus (raba, auditif) atau visual dan kemudian diregistrasi.
Sekali input memori telah diterima dan diregistrasi, informasi ini disimpan sebentar di memori jangka pendek.
Langkah ke dua terdiri dari menyimpan dan mempertahankan informasi dalam bentuk yang lebih permanen (memori jangka panjang).
Proses penyimpanan ini dapat ditingkatkan oleh pengulangan atau oleh penggabungan dengan informasi lain yang sudah berada di dalam simpanan. Penyimpanan merupakan proses aktif yang membutuhkan upaya melalui praktek dan latihan.
Langkah terakhir ialah recall informasi yang disimpan.
Tiap-tiap tahapan pada seluruh proses memori bertumpu pada integritas langkah-langkah sebelumnya. Bila ada interupsi dalamurutannya, hal ini dapat menghalangi penyimpanan memori.
Di klinik, memori dibagi atas tiga jenis berdasarkan kurun waktu antara presentasi stimulus dan retrieval memori(proses menemukan informasi yang relevan)  
-Memori segera,
-memori baru jangka pendek,
-memori  jangka panjang
Pemeriksaan
Memori segera merupakan pemanggilan setelah rentang waktu beberapa detik, seperti pada pengulangan deret angka.


No comments:

Post a Comment