Monday, 7 December 2015

Pemeriksaan Fungsi Kognitif (Part2)

Memori baru mengacu pada kemampuan pasien mengingat kejadian yang baru terjadi.
Pemeriksaan memori baru mencakup memori verbal dan visual.
Pemeriksaan memori verbal dengan menilai memori baru tentang orientasi, menilai kemampuan mempelajari hal baru dan tes memori 4 kata yang tidak berhubungan.
Memori  jangka panjang digunakan bagi kemampuan mengumpulkan fakta atau kejadian yang terjadi bertahun-tahun sebelumnya, seperti nama guru atau teman satu sekolah dulu.
Amnesia umumnya melukiskan defek pada fungsi memori.
Rentang waktu amnesia dapat sesingkat beberapa detik sampai beberapa tahun. 
amnesia dapat juga berbentuk amnesia pasikogenik dimana dalam hal ini pasien memblok suatu kurun waktu tertentu.
Hilangnya memori yang berdasarkan keadaan psikologis mengakibatkan lubang-lubang memori jangka panjang dan pendek.
Abstraksi (berfikir abstrak)
merupakan fungsi intelektual tingkat tinggi, yang membutuhkan pemahaman dan pertimbangan.
Mengintepretasikan makna suatu pepatah atau kiasan membutuhkan pengetahuan umum, kemampuan menggunakan pengetahuan ini pada situasi tertentu dan kemampuan berfikir abstrak.
.
Pasien yang tidak mampu mengemukakan dengan kemungkinan abstrak dari suatu pepatah atau kiasan akan menjawab dengan konkrit saja.
Keadaan ini umum dijumpai pada gangguan organik, demensia
Cara lain menilai berfikir abstrak adalah menanyakan persamaan dan perbedaan.
Selain itu cara berpikir abstrak dapat dinilai lewat penilaian pertimbangan.
Gnosis
Seseorang dapat mengenal suatu objek melalui salah satu inderanya.
Agnosia dapat didefinisikan sebagai gagal mengenal suatu objek kendati sensasi primernya berfungsi baik.
Beberapa jenis agnosia yang dikenal di klinik mencakup: agnosia visual, agnosia jari, agnosia taktil.
Dengan kata lain gangguan persepsi sensasi, walaupun sensabilitasnya primernya normal, disebut agnosia.
Praksis
Praksis dalam arti sempit berarti integrasi motorik yang digunakan untuk melakukan gerakan kompleks yang bertujuan.
Tugas konstruksional seperti menggambar garis dan bangunan balok sangat berguna dalam mendeteksi penyakit otak organik dan harus dimasukan pada tiap pemeriksaan status mental.
Ketidakmampuan seperti diatas disebut ketidakmampuan konstruksional.
Apraksia merupakan gangguan didapat pada gerakan mototrik yang dipelajari dan berurutan, yang bukan disebabkan oleh gangguan elementer pada tenaga, koordinasi, sensorik atau kurangnya pemahaman atau atensi.
Hal ini merupakan hendaya dalam menyeleksi dan mengorganisasi inervasi motorik
yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu aksi.
Apraksia Ideomotor merupakan jenis apraksia yang paling sering dijumpai.
Penderita dengan jenis apraksia ini tidak mampu melakukan gerak motorik yang sebelumnya pernah dipelajarinya secara akurat.
Pada keadaan ini terdapat ketidakmampuan lobus frontal untuk menerjemahkan aksi menjadi gerakan motorik.
Pasien misalnya tidak mampu melakukan suruhan berikut: peragakan bagaimana minum menggunakan sedotan.
Pasien apraksia ideomotor mungkin tidak dapat memejamkan mata atas suruhan, namun ia dapat mengedipkan mata secara spontan.
Apraksia ideasional merupakan gangguan perencanaan motorik yang kompleks, yang lebih tinggi dari ideomotor.
Hal ini merupakan kegagalan dalam melaksanankan tugas yang mempunyai berbagai komponen yang berurutan. Contoh: Pasien diminta menuangkan air dari teko ke dalam gelas; kemudian meminum air dari gelas. Pasien mungkin gagal menuangkan air ke dalam gelas, dan mungkin mengangkat gelas ke bibirnya atau langsung minum dari teko. Apraksia ideasional merupakan disabilitas yang komples yang biasa dijumpai pada pasien  dengan penyakit kortikal yang difus  lobus parietal.
Respon Emosional
Pada penderita kelainan neurologik tidak jarang dijumpai perubahan suasana hati.
Penderita dengan lesi hemisfer yang bilateral dapat kehilangan kontrol terhadap respon emosional.
Dapat terjadi menangis atau tertawa oleh rangsangan yang ringan(cengeng)

No comments:

Post a Comment