Saturday, 12 December 2015

NAPZA



Narkotika,Psikotropika,Zat Aditif
Narkotika
  • Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,mengurangi sampai menghilangkan nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan
Psikotropika
  • Zat atau obat baik alamiah maupun sintesis, yang berkhasiat psikoaktif melalui pusat yang menyebabkan perubahan khas pada mental dan perilaku
Zat Aditif
  • Minuman beralkohol
  • Rokok
  • Zat lain yang adiktif misalnya steroid
Penyalahgunaan :penggunaan narkotika atau psikotropika tanpa sepengetahuan dan pengawasan petugas medis
Ketergantungan ( Adiksi, Dependensi ) : suatu keadaan dimana seseorang membutuhkan zat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar
Dibagi 2 jenis :
-ketergantungan fisik : bila dosis pemakaian dikurangi atau dihentikan akan terjadi sakit otot, sendi, berkeringat,perut kram,dll
-ketergantungan psikis : suatu perasaan “ rindu “ untuk menggunakan zat tersebut walaupun tidak ada ketergantungan fisik,biasa terjadi pada pergaulan atau lingkungan yang salah
Toleransi : keadaan jumlah dosis zat yang dipakai semakin lama semakin meningkat untuk mendapatkan efek yang sama
Overdosis : kelebihan obat karena tidak dapat mengontrol dosis yang dikonsumsi karena adanya toleransi, terjadi keracunan, koma, sampai meninggal
Sindrom putus zat ( withdrawal syndrome ) : gejala spesifik yang timbul akibat  mengurangi atau penghentian dosis pemakaian zat tersebut
Penggolongan menurut proses pembuatan
  • Alami : langsung dari alam, contoh : ganja,opium,kokain,kafein
  • Semi sintetis : melalui proses fermentasi ,contoh : morfin,heroin,kodein
  • Sintetis : zat atau obat yang dikembangkan untuk keperluan medis dan penelitian,contoh amfetamin,petidin,metadon,dll
Penggolongan menurut efek yang ditimbulkan
  • Depresan : mengurangi aktifitas fungsional tubuh, membuat tenang,tertidur atau tidak sadar, contoh : opium,morfin,heroin,kodein
  • Stimulan : merangsang fungsi tubuh dan gairah kerja (segar dan bersemangat ) contoh :ekstasi,kafein,kokain,amfetamin
  • Halusinogen : menimbulkan rangsangan halusinogen, contoh : ganja
Faktor penyebab penyalahgunaan Napza
1.Faktor Individu :
    a.penyakit jasmani : kondisi abnormal yang     membutuhkan analgesik kuat
   
b.kepribadian resiko tinggi :
-Sikap mudah kecewa dan cenderung agresif
-pemalu,pendiam
-penilaian diri yang negatif (merasa tidak  mampu)
-sikap memberontak terhadap peraturan
-perilaku anti sosial
-mudah merasa bosan atau jenuh
-hambatan perkembangan psikoseksual
-sudah mulai merokok pada usia dini
-salah satu orangtua juga pecandu
-cenderung  memiliki gangguan jiwa seperti cemas, depresi, apatis, kurang mampu menghadapi stres,gangguan psikotik, dll
-kurang religius
c. Motivasi tertentu
  
-menyatakan diri bebas merdeka
-memuaskan rasa ingin tahu dan mendapatkan pengalaman baru
-agar diterima di kelompok tertentu
-melarikan diri dari
kegagalan,kekecewaan,ketidakmampuan
-untuk meningkatkan kemampuan seksual
2.Faktor Lingkungan
a.Lingkungan Keluarga 
    -tidak harmonis
    -komunikasi orang tua dan anak kurang efektif
    -orang tua dominan atau otoriter
    -keluarga terlalu ketat dalam disiplin
    -keluarga terlalu permisif
  • Lingkungan sekolah
    -lokasi terlalu dekat pusat hiburan
    -sekolah kurang disiplin
    -sekolah kurang memberi fasilitas ekstra  kulikuler
    -adanya murid pengguna napza di sekolah
  • Lingkungan teman sebaya
     -tekanan kelompok sebaya yang kuat
     -ancaman fisik dari teman atau pengedar
 . Lingkungan masyarakat luas
     -situasi politik,sosial ekonomi yang kurang mendukung   
Tingkat Pemakaian
  • Pemakaian coba-coba
  • Pemakaian sosial/rekreasi
  • Pemakaian situasional :saat kecewa,sedih,tegang,dll
  • Penyalahgunaan
  • Ketergantungan
GEJALA DINI, DIAGNOSA DAN PENATALAKSANAAN
  1. Kewaspadaan terhadap remaja yang rentan, dengan ciri :
-Sifat mudah kecewa cenderung menjadi agresif dan destruktif
-rendah diri
-senang mencari sensasi
-cepat bosan
-RM ringan
-cenderung memiliki gangguan jiwa cemas atau depresi
-suka tidur malam
-kurang suka olahraga
-cenderung makan berlebihan
-kehidupan diri dan keluarga kurang religius
B.Deteksi Dini
1.Terjadi perubahan sikap dan perilaku :
    -menjadi mudah curiga,pemarah dan kasar
    -menjadi pendiam,suka menyendiri
    -menjadi pemalas,pembohong,pakai uang sekolah,dll
    -menjadi pembangkang
2.Prestasi belajar menurun
3.Perilaku kriminal
4.Kebiasaan aneh : memakai kacamata hitam, memakai lengan panjang,jaket tebal,dll
5.Perubahan pola tidur
6.Sering pulang larut malam
7.Sering kelihatan seperti orang mabuk
8. Tanda fisik : kesehatan menurun, badan kurus dan lemas,selera makan berkurang,penampilan acak-acakan
C.Diagnosis
1.Anamnesa dengan penderita atau keluarganya
2.Observasi :penampilan,sikap gejolak emosi,dll
3.Pemeriksaan fisik : bekas suntikan,kemungkinan gejala putus obat,kemungkinan gangguan jiwa yang menyertai
4.Pemeriksaan Laboratorium
D.Penatalaksanaan
-Fase penerimaan awal :pemastian diagnosis
-Fase detoksikasi dan terapi komplikasi medis : penanggulangan darurat dan keadaan putus zat
-Fase stabilisasi : pemantapan berbagai bidang yang meliputi mental, emosional, sosial, religi, edukasional
-Fase Resosialisasi : kembali ke masyarakat dengan dibekali kemampuan untuk mengatasi masalah dan peningkatan rasa tanggung jawab sosial
-Bimbingan lanjutan dalam masyarakat untuk mencegah kekambuhan


No comments:

Post a Comment