Friday, 4 December 2015

GANGGUAN TINGKAH LAKU




BATASAN
Gangguan tingkah laku adalah pola tingkah laku anak atau remaja yang berulang
dan menetap di mana terjadi pelanggaran norma-norma sosial dan peraturan utama
setempat.
ETIOLOGI
A.            Faktor sosial:
1.            Anak-anak dengan sosial ekonomi yang rendah tidak dapat mencapai status sosial dan material secara wajar, sehingga ada di antara mereka yang terpaksa memakai cara-cara tak wajar.
2.            Suatu kenakalan remaja yang dianggap umum dalam subkultur tertentu, tetapi tidak dapat diterima dalam subkultur yang lain, baik menyangkut golongan ekonomi rendah maupun tinggi.
B.            Faktor orang tua:

1.            Faktor gangguan jiwa orang tua (misalnya alkoholisme, psikosis, psikopat dan lain-lain).
2.            Pola asuh: tidak konsisten, banyak yang mendidik (misalnya multiple parental figure, keluarga besar dan lain-lain), kurang kasih sayang (misalnya panti asuhan).
3.            Kekacauan rumah tangga.
4.            Kecenderungan transmisi nilai-nilai dan sifat-sifat karakter dari generasi ke generasi.
C.            Pengelolaan jasmaniah yang tak wajar (physical abuse):
1.            Meniru tindak kekerasan orang tua.
2.            Kerusakan susunan saraf pusat (SSP) menyebabkan kurangnya kemampuan untuk mengontrol dorongan kekerasan.
3.            Memindahkan emosi (displacement, salah pindah) pada orang lain.
D.            Faktor genetika:
Ada hubungan antara perilaku antisosial orang tua dengan gangguan tingkah
laku pada anak-anak.
E. Faktor fisiologik:
Anak-anak ini mempunyai kerentanan susunan saraf vegetatif/autonom tertentu.
GEJALA KLINIK
Berdasarkan gejala klinik dapat dibedakan 4 tipe:
1.            Tipe tak berkelompok: ditandai dengan kegagalan untuk membentuk ikatan dan kasih sayang dengan orang lain; gangguan tingkah laku sendirian.
2.            Tipe berkelompok : memperlihatkan bukti terdapatnya ikatan sosial dengan kelompoknya, tetapi tidak dengan orang lain di luar kelompok; gangguan tingkah laku berkelompok.
3.            Tipe agresif : terdapat tingkah laku agresif dengan tindak kekerasan terhadap orang lain, mencakup konfrontasi dengan korban atau pencurian di luar rumah.
4.            Tipe non agresif: gangguan tingkah laku, tetapi tidak terdapat tindak kekerasan terhadap orang lain, tidak terdapat konfrontasi langsung dengan korban.
DIAGNOSIS BANDING
1.            Tingkah laku antisosial tersendiri:
Pola tingkah laku sosialnya tidak berulang dan tidak menetap, sehingga jarang terjadi hendaya fungsi sosial dan sekolah yang nyata.
2.            Gangguan sikap menentang:
Terdapat ciri membangkang dan menentang terhadap tokoh otoriter. Tidak terdapat pelanggaran hak azasi serta norma sosial.
3.            Gangguan Pemusatan Perhatian: Sering merupakan diagnosis tambahan.
PENATALAKSANAAN
-              Sulit oleh karena harus disesuaikan dengan individu secara neuropsikiatrik, psikoedukatif dan lingkungan sosial.
-              Psikoterapi suportif terhadap anak dan lingkungan (orang tua, sekolah, institusi dan sebagainya).
-              Obat psikofarmaka sesuai kebutuhan individu,

SETIAP MENGAMBIL ARTIKEL APAPUN DARI BLOG INI SERTAKAN SUMBER ASLI UNTUK MENGHARGAI PENULIS.

No comments:

Post a Comment