Tuesday, 8 December 2015

Dosen yang Efektif Mengajar Mahasiswa




 
Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi (Buku Pedoman Universitas Diponegoro Tahun 2004/2005, h. 94). Mahasiswa dalam tahap perkembangannya digolongkan sebagai remaja akhir dan dewasa awal, yaitu usia 18-21 tahun dan 22-24 tahun (Monk et. al., 2001, h. 260-262). Pada usia tersebut mahasiswa mengalami masa peralihan dari remaja akhir ke dewasa awal. Dalam masa peralihan tersebut mahasiswa dituntut untuk dapat menyesuaikan diri pada lingkungan barunya yaitu pendidikan tinggi di sebuah universitas.


Penyesuaian diri merupakan suatu proses individu dalam memberikan respon terhadap tuntutan lingkungan dan kemampuan untuk melakukan koping terhadap stres (Rathus & Nevid, 2002, h. 4). Kegagalan individu dalam melakukan penyesuaian diri dapat menyebabkan individu mengalami gangguan psikologis, seperti ketakutan, kecemasan, dan agresifitas (Schneiders, 1964, h. 130). Agar mahasiswa tidak gagal dan mengakibatkan gangguan psikologis, seperti ketakutan, kecemasan, dan agresifitas seperti yang di sebutkan di atas selain factor dari dalam mahasiswa itu sendiri juga ada factor penting lainnya, yaitu sosok dosen pengajar yang dapat memberikan pengajaran dan ilmunya pada mahasiswa tanpa membuat mahasiswa tersebut stress berat. Stress sendiri adalah suatu kondisi adanya tekanan fisik dan psikis akibat adanya tuntutan dalam diri dan lingkungan (Rathus & Nevid, 2002, h. 142). Pernyataan tersebut berarti bahwa seseorang dapat dikatakan mengalami stres, ketika seseorang tersebut mengalami suatu kondisi adanya tekanan dalam diri akibat tuntutantuntutan yang berasal dari dalam diri dan lingkungan Stres tidak selalu berdampak negatif pada diri individu, tetapi stres dapat berdampak positif. Stres yang berdampak negatif disebut dengan distress dan stres yang berdampak positif disebut eustress. Adanya perbedaan dampak stres pada diri individu disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik masing-masing individu. Perbedaan karakteristik tersebut akan menentukan respon individu terhadap stimulus yang menjadi sumber stres, sehingga respon setiap individu akan berbeda-beda walaupun stimulus yang menjadi sumber stresnya sama.. Termasuk juga tekanan dan tuntutan yang diberikan dosen kepada mahasiswanya. Lalu bagaimana untuk menghindari hal tersebut? Yaitu tentu saja menjadi dosen yang efektif dalam pembelajarannya.
Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. sedangkan Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif.
Lalu muncul pertanyaan, bagaimanakah dosen yang efektif dalam pembelajarannya? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara yang efektif dalam proses pengajaran yang dilakukan oleh dosen kepada mahasiswanya. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengingatkan kepada setiap dosen bagaimanakah membuat pembelajarannya menjadi kembali efektif dan tentu saja menyenangkan dan tidak menyebabkan stress berlebih kepada mahasiswanya.

Ada beberapa indicator perkuliahan yang aktif berbasis KBK
1. Dalam hal perencanaan dikatakan sangat efektif jika
a. Tersedianya Silabus Perkuliahan Telah dibuatnya sebuah silabus yang lengkap dan rinci. Pengalaman belajar dan penilaian dalam silabus sesuai dengan indikator kompetensi dasar. Pengaturan waktu, media dan sumber belajar ditulis rinci dan efektif.
b. Rencana Perkuliahan telah disusun Rencana pengajaran mencakup pula kegiatan – kegiatan Dosen dan peserta didik, berdasarkan pada kompetensi, menunjukkan kesinambungan dan kemajuan dari satu pelajaran ke pelajaran berikutnya serta tercakup pula penilaian dengan memakai indikator-indikator
c. Tersedianya media dan sumber pembelajaran yang lain Dosen memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar yang bersesuaian dengan topic perkuliahan dan juga memanfaatkan multimedia serta jaringan computer.
2. Komunikasi dan Hubungan dikatakan  sangat efektif jika
a. Dosen memberikan instruksi yang jelas dan singkat Instruksi lisan disertai tulisan diberikan dengan sangat jelas dan secara berurutan serta dosen mempertegas pemahaman mahasiswa. Dosen juga berkomunikasi secara lepas dan jelas didukung dengan ekspresi tubuh dan sesekali diselingi humor
b. Bukti adanya interaksi antara: Dosen– Mahasiswa- Mahasiswa Dosen mengembangkan kegiatan perkuliahan yang secara aktif mendorong dan mengembangkan ketrampilan dalam berinteraksi dan berkomunikasi misalnya dalam mengajukan dan menjawab pertanyaan serta menyusun laporan kegiatan. Dosen juga mengembangkan lembar kerja untuk mendukung interaksi antar mahasiswa
c.Terbentuknya lingkungan perkuliahan yang kondusif Adanya penegakan kesepakatankesepakatan yang dianut, peraturan – peraturan yang jelas, adanya keterbukaan dosen serta respon positif terhadap keaktifan dan interaksi mahasiswa dalam perkuliahan. Dosen juga toleran terhadap pandangan yang berbeda.
d. Dosen sebagai pendamping dan fasilitator perkuliahan Dosen memfasilitasi perkuliahan yang aktif, aktif berinteraksi dengan mahasiswa untuk memonitor dan mendorong mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan pekerjaan mereka.
3. Proses Perkuliahan dikatakan Sangat efektif jika
a. Dosen memotivasi mahasiswa pada kegiatan awal perkuliahan Motivasi pada kegiatan awal selalu dilakukan dengan menghubungkan topik pada masalah keseharian dan pengalaman awal mahasiswa.
Dosen juga memotivasi dengan strategi bertanya dan pemberian balikan.
b. Dosen memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk membangun sendiri konsep (konstruktivisme). Mahasiswa didorong untuk mengumpulkan informasi melalui berbagai kegiatan (penyelidikan, kegiatan praktis dan pengamatan langsung) serta dari berbagai sumber (buku – buku, media visual daninternet) dan memanfaatkan informasi tersebut dalam kegiatan – kegiatan pemecahan masalah
c. Dosen memberikan presentasi untuk mendukung hasil-hasil kesimpulan mahasiswa Dosen telah mengembangkan presentasi yang jelas dan akurat, menambahkan contoh-contoh kongkrit, dan memberikan tekanan pada hal-hal yang penting. Menghubungkan dengan aplikasi kehidupan serta memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendiskusikan presentasinya
d. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendemonstrasikan hasil pembelajaran mereka Dosen mengembangkan kegiatan sehingga mahasiswa selalu dituntut untuk mendemonstrasikan hasil belajar mereka, mahasiswa dibiasakan untuk melakukan refleksi , menguji mahasiswa dan mengumpulkan portfolio hasil kerja.
e. Dosen menggunakan strategi dan metode perkuliahan yang bervariasi Dosen mengembangkan pelaksanaan pembelajaran dengan mengkombinasikan berbagai strategi (multi strategi) metode (multimetode). Dosen berupaya untuk menciptakan perkuliahan yang menarik dan beragam.
f. Mahasiswa belajar dan bekerja dalam pengalaman yang beragam Mahasiswa belajar dan bekerja dalam porsi yang berimbang antara kegiatan kelompok, kegiatan individual dan kegiatan dalam kelompok besar/pleno.
g. Dosen profesional dalam melaksanakan tugasnya Dosen memberikan contoh standard tingkah laku profesional yang tinggi dan menerapkan strategi – strategi perkuliahan aktif dan partisipatif yang baru
h. Tugas - tugas ditindaklanjuti Tugas-tugas mahasiswa dikembalikan tepat waktu dengan komentar-komentar yang rinci dan memberikan motivasi pada mahasiswa untuk bekerja lebih baik.
i.Mahasiswa dan mahasiswi memiliki akses yang sama Dosen proaktif untuk mendorong akar terjadi kesetaraan akses antara mahasiswa dan mahasiswi. (Dosen melakukan aksi afirmatif.)

No comments:

Post a Comment