Thursday, 26 November 2015

SISTEM PERNAPASAN



  • Dengan bernapas setiap sel dalam tubuh menerima persediaan oksigennya dan pada saat yang sama melepaskan produk oksidasinya. Oksigen yang bersenyawa dengan karbon dan hidrogen dari jaringan, memungkinkan setiap sel sendiri-sendiri melangsungkan proses metabolismanya, yang berarti pekerjaan selesai dan hasil buangan dalam bentuk karbon dioksida (CO2) dan Air (H2O) dihilangkan.

    Pernapasan ialah proses ganda, yaitu terjadinya pertukaran gas di dalam jaringan atau "pernapasan dalam" dan yang terjadi di dalam paru-paru bernama "pernapasan luar"

    SALURAN PERNAPASAN

    Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam lubang hidung. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai uestibulum (rongga) hidung.
    Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan usofagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Maka letaknya di belakang hidung (naso-farinx), di belakang mulut (oro-farinx) dan di belakang larinx (farinx-laringeal).
    Larinx (tenggorok) terletak di depan bagian terendah farinx yang memisahkannya dari kolumna vertebra, berjalan dari farinx sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakhea di bawahnya.
    Pita suara terletak di sebelah dalam larinx,Karena getaran pita yang disebabkan udara yang melalui glottis maka suara dihasilkan.

    Paru-paru ada dua, merupakan alat pernapasan utama. Paru-paru mengisi rongga dada, terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah dipisahkan oleh jantung beserta pembuluh darah besarnya dan struktur lainnya yang terletak di dalam mediastinum (lihat atas). Paru-paru adalah organ yang berbentuk kerucut dengan apex (puncak) di atas dan muncul sedikit lebih tinggi dari klavikula di dalam dasar leher.
    Kecepatan pernapasan pada wanita lebih tinggi daripada pria. Kalau bernapas secara normal maka ekspirasi akan menyusul inspirasi, dan kemudian ada istirahat sebentar. Inspirasi-ekspirasi-istirahat. Pada bayi yang sakit urutan ini ada kalanya terbalik dan urutannya menjadi: inspirasi- is-tirahat-ekspirasi. Hal ini disebut pernapasan terbalik. Kecepatan normal setiap menit:
    Bayi baru lahir ........................................................................ 30-40
    Dua belas bulan .................................................................................... 30
    Dari dua sampai lima tahun ................................................ 24
    Orang dewasa ...................................................................... 10-20

    gerakan pernapasan. Dua saat terjadi sewaktu pernapasan:
    (a) inspirasi dan
    (b) ekspirasi.

    Inspirasi atau menarik napas adalah proses aktif yang diselenggarakan oleh kerja otot. Kontraksi diafragma meluaskan rongga dada dari atas sampai ke bawah, yaitu vertikal.

    Pada ekspirasi, udara dipaksa keluar oleh pengendoran otot dan karena paru-paru kempes kembali, disebabkan sifat elastik paru-paru itu. Gerakan ini adalah proses pasif.

    Kebutuhan Tubuh akan Oksigen. Dalam banyak keadaan, termasuk yang telah disebut, oksigen dapat diatur menurut keperluan. Orang tergantung pada oksigen untuk hidupnya; kalau tidak mendapatkannya selama lebih dari empat menit akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tak dapat diperbaiki dan biasanya pasien meninggal. Keadaan genting timbul bila misalnya seorang anak menudungi kepala dan mukanya dengan kantong plastik dan menjadi mati lemas. Tetapi bila penyediaan oksigen hanya berkurang, maka pasien menjadi kacau pikiran — ia menderita anoxia sere-bralis. Hal ini terjadi pada orang yang bekerja dalam ruangan sempit tertutup seperti dalam ruang kapal, di dalam tank dan ruang ketel uap; oksigen yang ada, mereka habiskan dan kalau mereka tidak diberi oksigen untuk pernapasan atau tidak dipindahkan ke udara yang normal, maka mereka akan meninggal karena anoxemia atau disingkat anoxia. Istilah lainnya ialah hipoxemia, atau hipoxia.

    Bila oksigen di dalam darah tidak mencukupi maka warna merahnya hilang dan menjadi kebiru-biruan, bibir, telinga, lengan dan kaki pasien menjadi kebiru-biruan dan ia disebut menderita sianosis.

    Orang yang berusaha bunuh diri dengan memasukkan kepalanya ke dalam oven gas, bukan saja terkena anoxia tetapi ia juga menghirup karbon monoksida yang bersifat racun dan yang segera bergabung dengan hemoglobin sel merah, menyingkirkan isi normal oksigen. Dalam hal ini bibir tidak kebiru-biruan, melainkan merah ceri yang khas. Pengobatan yang diperlukan ialah pengisapan dan pemberian oksigen dalam konsentrasi sampai lima kali jumlah oksigen udara atmosfer atau lima atmosfer.

    Dispnea, atau kesukaran bernapas, dapat disebabkan kelemahan saraf atau otot, kerusakan pada iga-iga atau ruang pleural, paru-paru kaku yang disebabkan pneumonia, atau udema paru-paru dalam payah jantung atau obstruksi dalam saluran udara pada asma atau bronkhi-tis.

    Pada bronkhitis seperti juga pada pneumonia, baik ventilasi maupun difusi gas tak berjalan, karena pembengkakan lapisan membran menghalangi udara masuk ke dalam paru-paru.
    Bronkhitis khronika bisa menimbulkan komplikasi emfisema bila udara tertahan di dalam jaringan paru-paru, karena jaringan yang bersifat elastik dari sel udara yang halus, mengalami degenerasi alveoli, tetap mekar dan permukaannya yang seperti membran, juga tak dapat menjalankan difusi gas.

    Pada asma saluran udara menyempit dan sebagian terhalang oleh spasmus otot. Khususnya ekspirasi sukar.

    Pada bronkhiektasi pipa bronkhi mekar dan sering kena infeksi.

    Kegagalan pernapasan ialah kegagalan fungsi pernapasan untuk mempertahankan isi oksigen dan karbon dioksida normal. Terdapat dua jenis:
    pertama ada kegagalan ventilasi pulmoner yang disebabkan kegagalan pengendalian saraf pusat seperti pada pemakaian terlalu banyak obat penenang;
    kegagalan pengendali saraf tepi, seperti pada poliomielitis; kegagalan dada untuk kembang-kempis seperti pada patah yang luas pada iga-iga, atau pada pneumoto-rax, atau penyumbatan larinx. Dalam keadaan ini terdapat baik kekurangan oksigen maupun kelebihan karbon dioksida.

No comments:

Post a Comment