Wednesday, 25 November 2015

Sistem Pencernaan (Part2)


LAMBUNG DAN PENCERNAANNYA

Lambung adalah bagian dari saluran pencernaan yang dapat mekar paling banyak. Terletak terutama di daerah epigastrik, dan sebagian di sebelah kiri daerah hipokhondriak dan umbilikal. Lambung terdiri dari bagian atas, yaitu fundus, batang utama dan bagian bawah yang horisontal, yaitu antrum pilorik. Lambung berhubungan dengan usofagus melalui orifi-sium atau kardia, dan dengan duodenum melalui orisium pilorik.


Fungsi. Lambung menerima makanan dari usofagus melalui orifisium kar-diak dan bekerja sebagai penimbun sementara, sedangkan kontraksi otot mencampur makanan dengan getah lambung.
Kelanjar dalam lapisan mukosa lambung mengeluarkan sekret yaitu cairan pencerna penting, getah lambung. Getah ini adalah cairan asam bening tak berwarna. Mengandung 0.4 persen asam hidrokhlorida (HCL), yang mengasamkan semua makanan dan bekerja sebagai zat antiseptik dan disinfektan,
Pepsin yang dihasilkan dari pepsinogen dalam lingkungan asam hidrokhlorida dan bekerja atas protein, mengubahnya menjadi bahan yang lebih mudah larut, yang disebut pepton;

Rennin ialah ragi yang membekukan susu dan membentuk kasien dari kasinogen yang dapat larut.

Ringkasan tentang Fungsi Lambung

(1) Lambung menerima makanan dan bekerja sebagai penampung untuk jangka waktu pendek.

(2) Semua makanan dicairkan dan dicampurkan dengan asam hidro-khlorida. Dan dengan cara ini disiapkan untuk dicernakan oleh usus.

(3) Protein diubah menjadi pepton.

(4) Susu dibekukan dan kasein dikeluarkan.

(5) Pencernaan lemak dimulai di dalam lambung.

(6) Faktor antianemi dibentuk.

(7) Khime, yaitu isi lambung yang cair, disalurkan masuk duodenum.

Duodenum adalah bagian pertama usus halus yang 25 cm panjangnya, berbentuk sepatu kuda, dan kepalanya mengelilingi kepala pankreas. Saluran empedu dan saluran pankreas masuk ke dalam duodenum pada sua-tu lubang yang disebut ampula hepatopankreatika, atau ampula Vateri, sepuluh sentimeter dari pilorus.

Yeyunum menempati dua perlima sebelah atas dari usus halus yang selebihnya.

Ileum menempati tiga perlima akhir.
Apendix juga terdiri atas keempat la-i r in dinding yang sama seperti usus lainnya, hanya lapisan submukosa-n i berisi sejumlah besar jaringan limfe, yang dianggap mempunyai fungsi • i upa dengan tonsil. Sebagian terletak di bawah sekum dan sebagian di 11 la k ang sekum atau disebut retrosekum. Dalam apendisitis apendix meradang, yang umumnya menghendaki operasi apendektomi.

Fungsi kolon dapat diringkas sebagai berikut:
Absorpsi air, garam dan glukosa,
Sekresi musin oleh kelenjar di dalam lapisan dalam,
Penyiapan selulosa yang berupa hidrat karbon di dalam tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dan sayuran hijau dan penyiapan sisa protein yang belum dicernakan oleh kerja bakteri guna ekskresi.
Defekasi (pembuangan air besar).

No comments:

Post a Comment